Ayah Korban Trafficking Buka Fakta Mantan Polisi Palsukan Nama Anaknya

Ayah dan saudara Yufrida Selan saat bersaksi di PN Kupang, Selasa (31/1/2017)

Kupang/BaliNewsNetwork-Metu Salan (55), ayah Yulfrida Seran, korban perdagangan orang atau human trafficking akhirnya membuka fakta keterlibatan mantan polisi dan staf Imigrasi Klas 1A Kupang yang memalsukan nama anaknya, Yufrida Selan.

“Dalam dokumen anak saya, nama Yufrida Selan diganti menjadi Melinda Sapai. Saya tahu ketika staf BPPPTKI NTT datang ke rumah saya mengabarkan bahwa anak saya meninggal di Malaysia,” ujar Metu saat memberi keterangan di  Pengadilan Negeri Kupang, Selasa (31/1/2017). Dalam sidang itu, metu Seran didampingi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Metu mengaku mengetahui kehilangan anaknya pada 2 September 2015. Saat itu, dirinya berusaha mencari keberadaan putrinya yang saat itu masih dibawah umur ke semua kerabat.

Tak kunjung ketemu, dirinya nekad melaporkan kehilangan putrinya di Polsek Amanuban Barat dan Polres TTS. Pada 14 Juli 2016, dirinya dikagetkan dengan kedatangan staf BPPPTKI NTT yang membawa kabar kematian anaknya.

“Staf BPPPTKI mengatakan ke saya kalau anak saya meninggal karena bunuh diri di Malaysia dan besoknya jenazah tiba di Kupang,” kata Metu.

Keesokan harinya, dirinya tiba di kantor BPPPTKI NTT. Dia disodorkan dokumen nama anaknya yang di dalamnya tertera pas foto anaknya.

“Pas foto memang anak saya tetapi namanya bukan Yufrida Selan tetapi diganti dengan Melinda Sapai dan alamat juga dipalsukan,” tandas Metu.

Untuk memastikan jenazah itu, dia meminta untuk melihat jenasah tetapi ditolak pihak BPPTKI. Hingga pada 16/7/2016 jenazah Yufrinda dibawa ke RSUD Soe, TTS untuk dilakukan visum. Di situlah baru diketahui jelas ternyata jenazah itu betul anaknya.

“Usai visum kami langsung kuburkan jenazah Yufrida hari itu juga,” papar Metu.

Merasa ada kejanggalan, pihak keluarga mendesak kepolisian melakukan otopsi jenazah Yufrida. Maka pada Kamis, 11 Agustus 2016 jenazah Yufrida resmi diotopsi.

Dari hasil otopsi diketahui sebagian organ tubuh Yufrida tidak lengkap. Dugaan kuat, Yufrida merupakan korban perdagangan orang dan sebagian organ tubuhnya diambil dan diperjualbelikan.

Yufrida Selan lahir  di Desa Tupan, RT 03/RW 02, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan pada 19 Juli 1997.  Yufrida direkrut secara ilegal oleh Martha Kaligula dan selanjutnya diserahkan ke Eduard Leneng.

Eduard Leneng selanjutnya bekerja sama dengan staf Imigrasi Kupang, Gostar Moses Bani memalsukan dokumen Yufrida dan memberangkatkan dia ke Malaysia pada 2 September 2015. (Amar Ola Keda)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment