Kasus Pencurian di Dinkes Flotim, Bendahara Trauma, Minta Mundur

Plt.Kadis Kesehatan Flores Timur Anton Tonce Matutina. bnn/emanniron

Lantuka/BaliNewsNetwork-Balinewsnetwork.com-Kasus pembobolan dua brankas milik Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur  pada Kamis (26/1) sekitar pukul 23.00 Wita menimbulkan trauma tersendiri bagi Bendahara Utama Willy Wato Kollah.

Willy, sebagaimana yang diutarakan Plt. Kadis Dinkes, Anton Tonce Matutina tatkala dikonfirmasi di ruangan Sekda Flotim, Selasa (31/1), masih  mengalami trauma dengan musibah tersebut dan telah menyampaikan permohonan mundur  dari jabatan bendahara Dinas Kesehatan Flores Timur.

Walau mengamini permintaan Willy tadi, namun Tonce Matutina yang adalah juga Sekda Flotim itu meminta Bendahara Penerimaan tersebut  untuk mengurus tuntas kasus pembobolan dua unit brankas milik Dinkes itu.

“Saya telah minta dia untuk melaporkan berapa banyak uang yang ada dalam kedua brankas itu .Namun karena dia masih trauma dan fokus memulihkan traumanya itu, saya belum mendapatkan jumlah pastinya. Dia memang telah minta untuk mundur dari jabatan bendahara dan saya amini itu,saya akan gantikan dia namun saya tegaskan kepadanya untuk selesaikan dulu kasus ini. Brankas tersebut memiliki bendaharanya masing-masing, beriiskan uang persediaan (UP) untuk membiayai kegiatan-kegiatan dinas dan honorarium tenaga kontrak,”urai Anton Tonce Matutina.

Terkait alur pencairan uang , Plt. Kadis Kesehatan tersebut mengaku dirinya telah menandatangani persetujuan pencairan uang untuk membiayai kegiatan-kegiatan dinas dan memang benar uang tersebut telah cair beberapa waktu lalu. Dirinya bahkan kaget ketika mendapat kabar bila telah terjadi pembobolan brankas di kantor yang sedang dipimpinnya itu.

Setelah mendapat kabar tersebut, Anton Tonce yang sedang menjalankan tugas kedinasan di Surabaya langsung terbang ke Larantuka.  Berdasarkan laporan yang diterima Tonce Matutina dari Sekertaris Dinkes dari total pencairan tersebut sekitar Rp 250.000.000 disimpan di bank, dan sebagiannya di simpan dalam brankas milik dinas dengan rincian Rp 300-an juta untuk biaya kegiatan dan sekitar Rp 18 juta untuk biaya honor tenaga kontrak.

“Saya masih menanti laporan resminya soal angka-angka itu. Namun kisarannya sekitar itu. Karena sedang dalam penanganan pihak kepolisian, maka kami support penuh pihak Polres Flotim untuk mengungkap tuntas kasus pencurian ini. Seluruh staf Dinkes saya perintahkan untuk membantu pihak Polres Flotim, bahkan kami pun dengan cara kami masing-masing mengusut perisitiwa ini. Sebagai Plt. Kadis Kesehatan, saya memberi apresiasi kepada pihak Polres Flotim yang  langsung merespon laporan kasus ini dan sedang intens melakukan penyelidikan. Semoga semuanya segera  terungkap,” harap Plt.Kadis Kesehatan itu seraya menambahkan dirinya telah memerintahkan seluruh stafnya untuk tidak terganggu dengan musibah itu.

Dalam tata kelolah pemerintahan, dirinya pun telah melaporkan ihkwal pembobolan dua brankas tersebut kepada Penjabat Bupati Flotim Emanuel Kara,SH. (Emnir)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment