Terdakwa Jual Beli Aset Sitaan Eks PT Sagaret Dituntut 4,4 Tahun Penjara

Terdakwa Yohanes Sammy Prasetyo Utomo dengan pengacaranya. bnn/amarolakeda

Kupang/BaliNewsNetwork-Terdakwa kasus jual beli aset sitaan eks PT Sagaret, Yohanes Sammy Prasetyo Utomo dituntut 4,4 tahun penjara dan denda sebesar Rp 50 juta subsidair empat bulan kurungan.

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendrik Tiip dan Benfrid Foeh dalam gelar sidang di Pengadilan Tipikor Kupang, Senin (30/1/2016) sekitar pukul 15.00 Wita.

Menurut JPU, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan cara menyalahgunakan kewenangan atau jabatan yang ada padanya hingga mengakibatkan orang lain atau suatu korporasi diuntungkan.

“Setelah memeriksa saksi-saksi, saksi ahli dan mendengarkan keterangan terdakwa, maka perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi dengan cara memperkaya orang lain atau suatu korporasi,” tegas JPU.

JPU menilai, perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo Undang-Unndang Nomor 20/2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 56 ayat (1) ke-1 KUHP.

Hal yang memberatkan yakni perbuatan terdakwa bertentangan dengan tekad pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi. Sementara hal yang meringankan yakni terdakwa masih punya tanggungan keluarga dan menyesali perbutannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

Usai mendengar tuntutan, penasehat hukum terdakwa, Johanis Rihi mengatakan akan mengajukan pembelaan.

Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Purwono Edi Santosa didampingi hakim anggota Yelmi dan Ali Muhtarom ini akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembelaan atau pleidoi dari penasihat hukum terdakwa.  (Amar Ola Keda)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment