Jadi Saksi Mahkota, Sarah Cari Aman

Sarah Connor. bnn/dok

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sarah Connor (45), WNA Australi dihadirkan sebagai saksi mahkota dalam persidangan kekasihnya David James Taylor, warga asal Inggris yang menjadi terdakwa kdalam asus pembunuhan anggota polisi Aiptu Wayan Sudarsa di Pantai Kuta, Kuta, Badung (17/8/2016). Dalam sidang, Sarah tetap menyangkal keterlibatannya dalam pembunuhan itu.

Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (30/1) dipimpin oleh majelis hakim Dr. Yanto, didampingi Ni Made Sukereni dan Made Pasek. Dalam kesaksiannya,  Sarah Connor membenarkan terjadinya perkelahian antara terdakwa dan korban,  bermula saat terdakwa hendak mencari tas milik saksi yang hilang di pinggir Pantai Kuta.

Terdakwa David James Taylor

Terdakwa David James Taylor

Mulanya, saksi dan terdakwa yang merupakan sepasang kekasih ini mendatangi pantai Kuta untuk menikmati pemandangan sembari melepas rindu. Sesampai di pantai Kuta keduanya duduk bermesraan di atas pasir pantai sambil minum bir. Setelah lama duduk mereka kemudian masuk ke dalam air dan meninggalkan tas milik saksi dan sebotol bir di tempat yang mereka duduk.

Setelah keduanya asyik bermain air laut, dua sejoli ini pun  kembali ke tempat duduk semula. Saat itulah, saksi memberitahu kepada kekasihnya (terdakwa) tasnya hilang.

“Saat David tahu tas saya hilang, dia langsung berlari ke arah jalan untuk mencari tas saya yang hilang,” kata Sarah

Saksi menambahkan, dari tempat yang mereka duduk, saksi melihat terdakwa sedang berbicara dengan seseorang di depan pintu gerbang pantai. Tak lama berselang, saksi melihat ke duanya bergulat di atas pasir pantai. Lalu saksi datang dan coba untuk melerai perkelahian antara korban dan terdakwa.

“Saya coba memisahkan ke duanya,” kata Sarah

Setelah perkelahian itu dilerai, saksi melihat terdakwa berjalan ke arah pepohonan dan meninggalkan saksi dan korban. Saat itulah, rambut saksi dijambak dan paha korban digigit oleh korban. Lalu, terdakwa datang membantu dengan menarik tangan korban dari rambut saksi. Kemudian, saksi melihat terdakwa memukul korban dengan botol bir hingga tak sadarkan diri.

“Setelah itu saya dan David pergi ke arah jalan dan bertemu dengan seorang pengendara sepeda motor. Namun, saat kami meminta untuk diantar ke kantor polisi, dia tidak mau,” ungkap Sarah

Kemudian saksi dan terdakwa pergi ke penginapan dengan berjalan kaki. Sampai di penginapan, keduanya langsung membersihkan diri dan terdakwa menceritakan awal mulanya perkelahian antara korban dan terdakwa.

Pada bagian lain, Kuasa Hukum Terdakwa, Haposan Sihombing mengatakan bahwa apa yang disampaikan saksi dalam keterangannya terkesan ada hal-hal yang ditutupi untuk menyelamatkan dirinya dari kasus pembunuhan ini dengan hanya memberi beban kepada terdakwa.

“Tadi saat saya tanya, apakah anda menyesali dan pernah meminta maaf. Artinya ketika ada seseorang yang meminta maaf dan menyesali, sama dengan klien kami berarti ada kejadian. Jadi, mereka berusaha untuk menutupi dengan hanya membebankan kepada terdakwa (David),” kata Haposan, setengah menggerutu . (pro)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment