Isak Tangis Keluarga Jemput Jenazah Maria di Bandara Frans Seda

Peti jenazah Maria Yuliana Reku tiba di Maumere. bnn/yunusatabara

Maumere/BaliNewsNetwork-Setelah tertahan  dua hari di Kupang akhirnya jenazah  Maria Yuliana Reku, salah seorang korban tenggelamnya speedboat  di perairan Johor, Malaysia, tiba di Bandara Frans Seda Maumere sekitar pukul 15.00 Wita dengan pesawat NAM Air, Senin (30/1/2017) sore. Jenazah Maria Yuliana Reku diantar oleh suaminya, Xaverius Renggo, yang juga TKI di Malaysia.

Keluarga Maria yang sudah menunggu di Bandara Frans Seda sejak siang, tak kuasa menahan kesedihan saat melihat petugas cargo menurunkan pati jenazah Maria dari atas pesawat. Keluarga semakin histeris ketika peti jenazah diusung oleh petugas BP3TKI perwakilan NTT di Maumere ke mobil ambulance.

Xaverius Renggo, suami dari Maria Yuliana Reku kepada BNN mengatakan, terakhir berkomunikasi dengan istrinya pada tanggal 23 Januari 2017. Ketika itu istrinya sudah menumpang speeboat dari Batam tujuan Johor, Malaysia. Xaverius mengakui istrinya, masuk Malaysia melalui jalur tikus karena paspornya sudah mati.

“Pak, kami sudah naik speedboat, nanti jemput saya,” kata Xaverius sambil  berlinang air mata, menirukan percakapan terakhir bersama istrinya melalui telpon selular.

Ambulance mengantar jenazah Maria Yulian Reku ke Ende

Ambulance mengantar jenazah Maria Yulian Reku ke Ende

Xaverius mengakui istrinya masuk Malaysia melalui jalur ilegal dengan menumpang speedboat dari Batam ke Johor Malaysia. Hal itu karena dokumen serta paspor istrinya sudah mati. Ia menambahkan bahwa istrinya lama kerja di Malaysia dan memiliki dokumen resmi, tetapi karena dokumen sudah berakhir masa berlakunya di Malaysia sehingga ia kembali ke kampung halaman mereka di RT 05/ RW 03 Dusun Mboturamba, Desa Jegarangga, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende.

Salah seorang staf BP3TKI Perwakilan NTT di Maumere, yang membawahi Flores dan Lembata,  Rafael,  mengatakan,  Maria Yuliana Reku kelahiran Januari 1987 itu berangkat bersama rekan-rekannya dari Batam menuju Johor Baru, Malaysia  melalui jalur ilegal.

Menurut Rafael, jenasah TKI Ilegal korban speedboat  yang tenggelam dalam pelayaran dari Batam menuju Malaysia dari NTT yang sudah teridentifikasi  sebanyak dua orang, yakni Maria Yuliana Reku asal Kabupaten Ende, Flores dan  Lambertus Luan asal Kabupaten Belu.

“Berdasarkan informasi ada satu lagi atas nama Marselina yang satu kampung dengan almarhumah Maria yang hingga saat ini belum ditemukan,” kata Rafael.

Dari Bandara Frans Seda jenazah almarhumah Maria Yuliana Reku langsung dibawa ke kampung halamannya di Nangapanda, Kabupaten Ende menggunakan ambulance dengan iringan mobil keluarga sekitar pukul 15.40 Wita. (yun)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment