Lima Pelaku Penyerangan Mahasiswa Adonara Mulai Diadili

Temannya disidangkan, Gomez pelaku pembunuhan mahasiswa Adonara masih buron. bnn/dok

Kupang/BaliNewsNetwork-Lima pelaku penyerangan mahasiswa Adonara tahun lalu,  Jumat (7/10/2016) mulai diadili di Pengadilan Negeri Klas IA Kupang, Rabu (24/1/2017). Kelima pelaku itu yakni, Grey Lakamau alias Grey, John Dalton Allung alias Joda, Ose Roni Penmabi alias Ose, Salmoneser Retebana alias Bansos dan Kornelis Lewi Amung alias Kor.  Sayangnya pelaku utama bernama Gomes sampai saat itu belum tertangkap.

Dalam penyerangan itu, Xaverianus Lawan Geroda (21) alias Heri Lamawuran, seorang mahasiswa asal Desa Sandosi, Kecamatan Witihaman, Adonara, Kabupaten Flores Timur,  tewas di tempat. Sedangkan rekan korban, Adrianus Kia Beda (20) yang juga berstatus mahasiswa Universitas Widya Mandira Kupang sekarat. Sementara sembilan sepeda motor milik penghuni kos dibakar. Namun, hingga saat ini pelaku utama pembunuhan yakni, Gomez belum ditangkap aparat kepolisian.

Dalam dakwaan, JPU Frince Amnifu mengatakan, pada Jumat (7/10/2016) sekitar pukul 01.30 Wita terdakwa secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap barang, menghancurkan, merusakan atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya milik orang lain saat acara syukuran wisuda di kos putri tepatnya di Rt 13 Rw 03 Kelurahan Lasiana, Kota Kupang.

Kejadian itu berawal korban, Adrianus Yulianto Danesia Panca Putra Boleng alias Anca yang saat itu sedang mengikuti acara syukuran wisuda hendak membeli rokok di kios. Saat melintas, korban dihadang dan dipukuli oleh para terdakwa yang saat itu sedang meneguk minuman keras di sekitar area pesta.

Korban kemudian melarikan diri ke tempat acara dan dikejar oleh para terdakwa hingga berbuntut pada pembakaran kos serta sepeda motor oleh para terdakwa.

“Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana sebagaimana pasal 170 ayat (1) KUHP serta pasal 406 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,”  Frince Amnifu.

Sementara dalam gelar sidang dengan agenda mendengar keterangan saksi pada Kamis (25/1/2017), JPU menghadirkan pemilik kos, Demos Ramehau sebagai saksi. Dalam keterangannya Demos mengatakan, sebagai pemilik kos saat itu memberi ijin untuk diadakan acara syukuran hingga batas jam 12.00 wita. Namun, selanjutnya dia mengaku tidak mengontrol jalannya acara wisuda tersebut.

“Saya beri izin tetapi selanjutnya saya tidak pantau lagi. Saya tahu kalau ada kejadian setelah salah satu anak kos menelepon isteri saya,” kata Demos.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Eko Wiyono didampingi dua hakim anggota, Mohamad Saleh dan Prasetio Utomo. Sementara terdakwa  Grey Lakamau dan Kornelis Lewi Amung didampingi penasehat hukum, Dedy Jahapai, SH dan Jefri Lado, SH. Sidang akan dilanjutkan pekan depan, Kamis, (1/2/2017) dengan agenda mendengar keterangan saksi korban. (Amar Ola Keda)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment