Ritual Tetesaan Darah Hewan Saat Musim Panen – Tradisi Warga di Tapal Batas

Lopo, lumbung untuk menyimpan hasil tanaman. bnn/amar ola keda

Kefamenanu/BaliNewsNetwork-Masyarakat perbatasan RI-RDTL di Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT memiliki kepercayaan unik. Selain melakukan ritual untuk mendatangkan hujan dengan memberi hasil panen mereka ke raja Usfinit, ritual juga dilakukan saat musim panen tiba.

Warga wajib melakukan ritual pembunuhan hewan sebelum hasil pertanian seperti padi dan jagung yang sudah diambil disimpan di lumbung yang oleh masyarakat setempat menyebutnya, Lopo.

Dalam ritual itu, warga mengambil tujuh bulir padi dan jagung sebagai wujud hasil panen dan meneteskan dengan darah hewan yang dibunuh.

“Tujuh bulir padi dan jagung itu sebagai simbol persembahan dan rasa syukur. Kami memakai tujuh bulir karena manusia hanya sampai di angka enam sedangkan tujuh itu milik Tuhan,” ujar Dominikus Usolin (83), kepala suku Usolin, kepada wartawan, Selasa (17/1/2017).

Dominikus mengatakan, ritual itu dilakukan sebagai rasa syukur kepada arwah nenek moyang dan Tuhan yang telah memberi hasil panen yang baik. Jika tidak melakukan ritual itu, sesuai kepercayaan, mereka akan mengalami gagal panen. Bahkan, hasil pertanian yang sudah diambil tidak akan bertahan lama.

Warga juga dilarang makan hasil panen sebelum dimasukan ke gereja dan rumah adat.

“Sebelum diberikan ke arwah nenek moyang dan Tuhan kami belum bisa makan,” tutur Dominikus.

Ritual pembunuhan hewan juga dilakukan saat upacara pendinginan rumah adat atau Sonaf milik suku-suku di kampung tersebut.

Darah hewan yang dibunuh akan diteteskan keliling rumah adat. Selanjutnya, kepala suku dan tua adat melakukan ritual pemberian makan kepada arwah nenek moyang yang dipercayai sebagai penghuni rumah adat.

“Nasi dan daging akan disimpan dalam sebuah tempat seperti sesajian untuk arwah nenek moyang kami. Proses pemberian sesajian itu akan diiringi tarian adat dari warga,” kata Dominikus.

Rumah adat atau Sonaf atapnya menggunakan alang-alang dan dinding dari papan. Di dalam rumah adat disimpan kelewang adat, aluk atau tas adat dari sarung alami berisi uang perak peninggalan belanda dan Inggris. (Amar Ola Keda)

Editor: Rahman Sabon Nama

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment