SD dan SMPN 3 Oematnunu Kupang Barat Disegel Mantan Bendahara Sekolah yang Mengaku Pemilik Lahan

SEGEL-Gedung SD Oematnunu dan SMPN 3 Kupang Barat di Oematnunu, yang disegel oleh mantan bendahara sekolah itu yang mengaku sebagai pemilik lahan. bnn/ist

Kupang/BaliNewsNetwork-SMPN 3 Kupang Barat, Kabupaten Kupang di Oematnunu, NTT sejak Kamis (12/01/2017) disegel mantan bendahara sekolah dan keluarganya yang mengaku sebagai pemilik lahan. Akibatnya aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut terganggu. Sedikitnya 200 murid  SD Oetmatnunu dan SMPN 3 Oematnunu terpaksa diliburkan.

Kepala Dinas PPO Kabupaten Kupang, Imanual Buan, membenarkan hal tersebut. Dikatakan Buan, berdasarkan informasi dari kepala sekolah setempat, persitiwa itu berawal dari bendahara pada sekolah itu yang merasa tidak puas dengan surat pemberhentian dari pihak Sekolah dan komite. Pada hal, pemberhentian itu atas permintaannya sendiri.

“Bendahara itu mengaku tuan tanah, minta memberhentikannya dan hal itu dituruti mereka, tetapi setelah diberhentikan ia merasa tidak puas dan menyegel sekolah,” ujar Buan kepada wartawan via seluler, Jumat (14/1/2017).

Menurut Buan, saat sekolah didirikan, bendahara yang mengaku tuan tanah itu dipercayakan sebagai penjaga malam, namun atas prestai kerja, dirinya diangkat menjadi bendahara sekolah.

Setelah diangkat sebagai bendahara, faktanya tebalik. Sang bendahara jarang berkantor seperti biasanya sehingga ia diberi surat peringatan hingga diberhentikan pihak Sekolah dan komite.

“Mungkin yang bersangkutan merasa sakit hati karena diberhentikan,” kata Buan.

Dia menambahkan, untuk menindakanjuti kasus ini pihaknya telah mengirim tim pengawas Dinas PPO Kabupaten, bersama Tim Pengawas UPTD Kecamatan guna menelusuri kebenaran persoalan itu.  (Amar Ola Keda)

Editor: Rahman Sabon Nama

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment