Slip, Mobil Xenia Terjun Bebas ke Sungai

Mobil Xenia diderek ke atas  jalan raya. Foto: bnn/ina

Singaraja/BaliNewsNetwork-Mobil Daihatsu Xenia DK 1922 UL mengalami kecelakaan tunggal, Senin (2/1) sekitar pukul 23.00 Wita di Jalan Raya Kitamani-Singaraja. Xenia warna putih terjun bebas ke kali sedalam lima meter di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.  Ajaib, mobil berpenumpang empat orang dewasa, seorang balita dan sang supir ini ternyata semuanya dalam keadaan selamat.

Koming, penumpang mobil nahas itu menuturkan, sebelum kejadian ia bersama keluarga melakukan persembahyangan di daerah Sulang, Kabupaten Gianyar. Selesai persembahyangan, satu keluarga ini pun langsung balik menuju Singaraja.

Saat itu, mobil Daihatsu Xenia keluaran teranyar tersebut dikemudikan oleh anaknya. Karena kondisi jalan licin akibat hujan germis, mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang dari arah Gianyar menuju Singaraja. Disamping itu, ia pun memiliki firasat buruk pada malam tersebut.

Benar saja, beberapa meter sebelum memasuki lokasi kejadian, tiba-tiba terdengar letusan yang cukup keras. Ia pun menduga mobil mengalami pecah ban belakang. Saat bersamaan, mobil itu pun langsung oleng ke kiri dan nyaris membentur pohon besar yang berada sebelah kiri jalan. Karena panik ia pun langsung menegur anaknya untuk banting stir ke kanan setelah melihat haluan jalan saat itu sedang sepi.

“Cucu ada di pangkuan tiyang (saya). Duaarr, bunyinya seperti ban pecah. Tiyang dengar dari arah belakang mobil, dan mobil langsung slip masuk ke kali,” ujarnya. Tapi justru mobil semakin hilang kendali, kemudian tergelincir ke luar jalan raya dan langsung terjun bebas ke pinggiran kali dengan kedalaman sekitar 5 meter. Mobil berhenti terperosok setelah tertahan pohon mangga yang ada di lahan milik Desa Adat Bila. Tyang berteriak minta tolong,  Namun tidak ada yang mendenger. Malam itu sangat sepi. Selang beberapa menit baru ada beberapa muda-mudi datang untuk menolong kami,” ungkap pria asal Desa Patemon itu.

Proses evakuasi yang disaksikan puluhan warga setempat dilakukan Selasa, 3 Januari pukul 09.00 Wita sempat memancetkan lalu lintas pada jalur tersebut. Setelah mobil berhasil di tarik menggunakan jasa derek, perlahan jalur lalu lintas pun kembali normal.

Pengemudi mobil nahas yang enggan namanya dikorankan saat ditemui di lokasi kejadian tak bercerita banyak atas kejadian yang dialaminya. Dirinya seakan belum percaya  kecelakaan yang menimpanya.

“Saat kecelakaan semalam,  ibu tiyang (saya) melihat tempat ini katanya banyak bangunannya. Namun nyatanya kok sepi,” ujarnya, setengah tidak percaya. (ina)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment