Wakil Walikota Denpasar Tutup Denfes dan Melepas Matahari 2016

Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara menyalakan opor untuk menandai acara “Melepas Matahari 2016” sekaligus penutupan Denpasar Festival ke-9 yang deglar sejak 28-31 Desember 2016. Foto: bnn/rahman

Denpasar/BaliNewsNetwork-Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede menyalakan obor unyuk menandai acara “Melepas Matahari 2016, Menyambut Matahari 2017” di area patung Catur Muka Denpasar, Sabtu (31/12) petang. Acara ini juga sekaligus menandai berakhirnya Denpasar Festival (Denfest) ke-9 tahun 2016 yang dibuka  Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara pada 28 Desember 2016.

Kawasan Catur Muka ini menjadi pusat perayaan tahun baru. Foto: bnn/rahman

Kawasan Catur Muka jadi pusat perayaan tahun baru 2017. bnn/rahman

Kawasan patung Catur Muka di titik nol kilometer (Km 0) serta lapangan I Gusti Ngurah Made Agung  Kota Denpasar ini menjadi pusat perayaan malam pergantian tahun baru bagi warga Kota Denpasar dan Badung pada khususnya dan serta masyarakat Bali pada umumnya termasuk para turis, selain di Pantai Kuta.

MukaKoordinator pawai I Nyoman Suarsa atau akrab dipanggil Yangpung mengatakan, penyulutan api ini memberikan makna letupan semangat kepada masyarakat Kota Denpasar untuk menyongsong hari esok lebih baik lagi.

Denfes ke-9 tahun ini  terasa berbeda karena penataan sonasi mengalami perubahan. Penonton yang datang setiap hari terus membludak, tidak hanya masyarakat Denpasar, juga wisatawan domestik bahkan wisatawan asing yang ikut berdesakan di arena Denfes.

Spot-spot menarik setiap pojok areal Denfes juga tertata baik dan menjadi hal menarik untuk mengabadikan moment spesial masyarakat saat berkunjung di Denfes. Enam panggung hiburan juga tersedia yang tak terlepas dari ruang akses kreativitas bagi para komunitas kreatif dan Usaha Kecil Menengah Kota Denpasar.

Atraksi ana-anak TK memainkan gendang. Foto: bnn/rahman

Atraksi ana-anak TK memainkan bleganjur. bnn/rahman

Prosesi Parade Budaya pembukaan Denfes ke-9 lewat inagurasi Astabrata Padmaksara mengungkapkan Sang Rama sebagai sumber kekuatan luar biasa dalam membangun sumber daya manusia. Dalam wujud penampilan inagurasi ini dengan berbagai warna-warna simbol kekuatan Rama tersebut.

Pada acara penutupan,  Dinas Kebudayaan Kota Denpasar menggelar parade budaya dan prosesi Melepas Matahari 2016 dimeriahkan dengan pawai Bhineka Tunggal Ika dipersembahkan untuk masyarakat Kota Denpasar.

denfest-melepas-matahari-2016-menyambut-matahari-2017-8

Denpasar Festiva ke-9

Sejak pagi hari kawasan Catur Muka menjadi arena sentral kegiatan prosesi melepas Matahari 2016 yang diawali dengan Parade Marching Band dan pada sore harinya parade Bhineka Tunggal Ika melibatkan 200 Seniman Kota Denpasar yang juga melibatkan sanggar-sanggar tari, mulai dari usia PAUD hingga dewasa.

Nyoman Suarsa mengatakan prosesi inagurasi dimulai sejak pagi dan pada sore harinya tepat pukul 06.00  digelar parade Bhineka Tunggal Ika  melibatkan enam jenis tarian. Yakni Bali, Betawi, Sulawesi dengan Tarian Piring, Kalimantan, Papua Tarian Berburu, dan Tarian Papakarena.

Kostum parade juga telah disiapkan dengan baik bersama para seniman Denpasar. Lewat keberagaman kostum ini juga memberikan sebuah makna keberagaman masyarakat Kota Denpasar secara bersama-sama menyongsong semangat hari esok lebih baik lagi.

Denpasar Festival ke-9

Denpasar Festival ke-9

Yangpung mengharapkan penampilan hari ini dapat memberikan suguhan kreativitas kepada masyarakat serta tak terlepas dari makna kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan di Kota Denpasar sesuai dengan harapan kita bersama. (rsn/Pur/humasdps)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment