Sekitar 10.000 Warga Denpasar Rayakan Tahun Baru di Nol Kilometer

Suasana perayaan tahun baru 2017 di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung Denpasar. Foto: bnn/rahman

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sekitar 10.000 warga Denpasar sejak Sabtu (31/12) sore tumpah ruah di Lapangan Puputan Badung yang kini bernama  Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung di pusat Kota Denpasar. Di sinilah berdiri monument Puputan Badung, sebagai penghargaan terhadap Raja Badung I Gusti Ngurah Made Agung bersama rakyatnya bertempur habis-habisan atau puputan (Bahasa Bali)  melawan Belanda thun 1901.

Selain monument Puputan Badung, di lapangan ini terukir  prasasti Nol Kilometer (Km. 0) sebagai titik awal perhitungan jarak Provinsi Bali dimulai dari Kota Denpasar.

Suasana perayaan tahun baru di Lapangan Puputan Badung

Perayaan tahun baru di Lapangan Puputan Badung

Membludaknya warga Kota Denpasar sejak sore adalah untuk mengikuti penutupan  Denpasar Festival ke-9 dan Melepas Matahari 2016 yang dilakukan oleh Wakil Walikota Denpasar IGN Jaya Negara.

Usai acara itu, warga Denpasar tak mau beranjak pergi, tetapi menghAbiskan waktu dengan mengujungi stand kuliner tau pakaian sekalian menunggu pergantian tahun 2016 ke 2017. Tak pelak, kawasan sekitar Jl. Diponogoro, Sutoyo, Gajah Mada, Arjuna, Sumatra, Udayana, Veteran, Surapati, dan Jl. Kapten Agung sejak sore menjadi macet total.

Perayaan tahun baru 2017 di Catur Muka

Perayaan tahun baru 2017 di Catur Muka

Pantuan media ini, konsentrasi massa terlihat merata di semua stand kuliner di Jl., Gajah Mada (depan eks Bank Dagang Bali), Jl. Veteran, depan Pura Jagad Natha dan di dalam lapangan serta sekeliling patung Catur Muka..

Sejam sebelum pergantian tahun atau sekitar pukul 23.00 Wita, Lapangan Puputan Badung makin dipadati warga. Suara ledakan mercon dan kembang berlomba memecah angkasa. Langit di atas Kota Denpasar bukan lagi bertabur bintang melainkan berganti dengan kembang api aneka warna.

Perayan tahun baru 2017 di Lapangan Puputan Badung

Perayan tahun baru 2017 di Lapangan Puputan Badung

Suasana makin mengharubiru ketika tiba pukul 24.00 Wita. Suara dentuman mercon raksasa memekakan telinga. Begitu juga suara ledakan mercon lainnya dari segala arah lapangan. Langit di atas Lapangan Puputan Badung seperti diterjang halilintar dan petir. Dentuman raksasa itu sebanyak 17 kali sesuai angka 17 pada tahun 2017. Warga mulai histeris, bersalaman, cipika cipiki  dengan  kekasih atau keluarganya atau menyalami  siapa saja di sekitar. Ada yang menyambut ledakan itu dengan membunyikan terompet yang sudah disiapkan, ada yang melempar kembang api ke udara.

Yang menarik adalah pasangan muda mudi yang tengah dimabuk asmara. Mereka memanfaatkan momentum pergantian tahun itu untuk berselfie ria sambil berpelukan mesra dengan latar belakang kembang api.

Suasana ramai dan ceria juga terlihat di kawasan Catur Muka. Warga memanwanfaatkan momentum pergantian tahun untuk selfie dengan latar belakang air mancur atau tulisan Denpasar Festival.

Sekitar 30 menit kemudian barulah suasana bising di kawasan Nol Kilometer itu mulai perlahan reda. Hanya sesekali terdengar suara dentuman mercon berskala kecil. Langit di atas Kota Denpasar juga tidak seramai seperti sebelumnya. Hanya ada satu dua kembang api yang masih berseliweran ke udara. 10 menit sebelum pukul 01.00 Wita, kawasan itu sudah bersih dari manusia. Yang tersisa adalah sampah.

Dwi Widiani terkena serpihan mercon

Dwi Widiani terkena serpihan mercon

Perayaan malam pergantian tahun di Lapangan Puputan Badung ini sukses. Tak ada indisiden berarti. Hanya saja, 15 menit sebelum pergantian tahun, Dwi Widiani (15), yang beralamat di Jl. Wahidin No. 14 Denpasar mengalami kecelakaan kecil. Ketika sedang duduk santai bersama temannya di pojok lapangan, ada serpihan mercon nyasar mengenai kaki kanannya sehingga mengeluarkan darah. “Tidak parah, tapi rasanya panas sekali,” kata  Dwi ketika ditangani tim medis dari kepolisian. (rsn)

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment