Jaringan Turki Pembobol ATM Dibekuk Polisi

Barang bukti  alat scemmer yang dipakai oleh tiga tersangka untuk membobol ATM. Foto: bnn/sid.

Denpasar/Satuan Resmob Polresta Denpasar menangkap jaringan internasional pembobolan mesin ATM bank BNI yang dilakukan oleh tiga warga negara asing (WNA) asal Turki. Modus ketiga WNA Turki tersebut dengan memasang alat bernama scemmer, yang dipakai untuk menyedot sejumlah uang yang ada di mesin ATM. Tiga tersangka warga Turki tersebut bernama Hikmet Ozturk, Ali Riza Gorcoy dan Ulvi Torker.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo menjelaskan, kronologi peristiwa pembobolan ATM yang nyaris menelan sejumlah nasabah yang akan menarik uang di ATM tersebut. Untungnya, kata Kapolres, belum ada korban yang melapor kepada pihaknya apabila memang uangnya di bank BNI telah disedot oleh para tersangka.

Kejadian ini berlangsung pada hari Rabu (28/12/2016) sekitar pukul 13.00 Wita. Ini terbongkar saat dua orang security dan satu orang pegawai bank BNI melakukan penyanggongan di ATM di Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung,

Informasi menyebutkan, bahwa di ATM tersebut telah diketemukan sebuah alat scemmer yang terpasang di ATM. Dengan informasi tersebut petugas security dan salah satu pegawai bank kemudian melakukan pengecekan di ATM tersebut dan ternyata memang benar di ATM tersebut terpasang alat scemmer bukan milik Bank BNI.

“Selanjutnya dilakukan penyanggongan di TKP. Sekira pukul 20.35 Wita datang seorang tamu asing berkebangsaan Turki yang mencurigakan dengan berpura-pura menelepon dan masuk ke toko dan lanjut datang tamu asing lainnya yang langsung masuk ke ATM BNI dan mengambil alat scemmer yang terpasang di mesin ATM BNI dan dimasukkan ke dalam bajunya. Selanjutnya orang tersebut diamankan dan mengaku bernama Hikmet Ozturk, asal Turki,” beber Kapolresta di Denpasar, Jumat (30/12/2016).

Setelah kasus ini dikembanagkan Resmob dan diamankan kedua rekannya yang menginap di Hotel Budhi di Kamar No 302 Jalan Kartika Plaza Kuta, Badung dan ditemukan barang-barang yang diduga terkait dengan pencurian data nasabah bank . Kemudian petugas melakukan pengembangan lagi di hotel Agung Cotagge dan ditemukan sejumlah barang bukti (BB). Antara lain : 2 buah alat scemmer, 2 buah laptop merk ASUS dan ACER, 3 buah hardisk external, 6 buah kotak hitam diduga router dan 4 buah kanopi mesin ATM.

“Selain mengamankan ketiga tersangka, petugas juga telah memeriksa sejumlah saksi yang berinsial IN, IP, IK, AA dan IKA,  termasuk security dan pegawai bank BNI,” imbuh Kapolres.

Mengenai peran para tersangka, menurut mantan Kapolres Gianyar ini adalah seorang bertugas memasang alat scemmer, kemudian dua orang rekannya mendeteksi melalui komputer di hotel.

“Sehingga orang yang datang ke ATM itu datanya tercopy. Untungnya,  sebelum ada korban, pelaku sudah ditangkap duluan,” katanya.

Ketiganya sudah dari bulan September berada di Bali dengan menggunakan paspor kunjungan.

“Paspor mereka ini kunjungan bolak balik, jadi kalau habis mereka balik ke Turki untuk memperpanjang,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan menambahkan,  modus operandi yang dilakukan oleh tiga tersangka termasuk jaringan profesional.

“Jadi di scemmer ini ada kamera kecil, nanti dia menyedot data-data di ATM. Ada dua komponen penting yaitu router dan hidden kamera, untuk bisa mencuri ini dia menggunakan hidden kamera yang ada keypadnya paswordnya. Scemer itu artinya bahwa kita bisa menggunakan data lain tapi ada paswordnya menggunakan hidden kamera ini,” urainya. (Sid)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment