2016, Pengguna Narkoba di NTT Mencapai 45 ribu

Razia peredaran narkoba di Kota Kupang jelang perayaan tahun baru 2017 oleh tim gabungan Polda NTT, TNI, dan BNP NTT. Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork- Provinsi NTT saat ini sedang dalam kondisi waspada terhadap bahaya narkoba. Pasalnya, di tahun 2016 jumlah pemakai narkoba telah mencapai 45.000. Sebelumnya, pada tahun 2015, jumlah pemakai narkoba di NTT mencapai 55.000 orang.

“Dari jumlah pemakai tahun ini ada penurunan, namun hal ini harus diwaspadai,” ujar Dirnarkoba Polda NTT Kombes Pol Turman Siregar kepada wartawan di sela operasi peredaran narkoba di tempat hiburan malam, Jumat (30/12/2016).

Menurut Turman, di NTT hanya tiga jenis narkotika yang ditemukan yakni ekstasi, shabu-shabu dan ganja. Saat ini ekstasi sudah jarang ditemukan. Yang meningkat adalah jenis shabu-shabu dan ganja. Untuk pemakai jenis shabu-shabu biasanya para pengusaha atau orang yang berduit sedangkan untuk ganja pada anak sekolahan dan mahasiswa.

Di tahun 2016, kata Turman, Polda NTT menangani 20 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 25 orang. Dari 25 orang tersebut, ditemukan 20 bandar.

“Dari 20 kasus, 19 kasus telah diserahkan ke kejaksaan untuk segera disidangkan. Untuk jaringan pemasok narkoba ke NTT, melalui beberap daerah seperti Makasar, Surabaya, Jakarta dan jaringan dari Tanjung Pinang,” kata Turman.

Untuk mencegah pemasok narkoba dari luar NTT melalui wilayah perbatasan,  Polda NTT telah bekerjasama dengan BNP NTT, Bea Cukai dan Imigrasi.

“Kami sudah menambahkan jumlah personil. Namun, harus ada kerjasama dari masyarakat, Pelni, Syahbandar dan seluruh stake holder lainnya untuk mencegah masuknya narkoba di NTT,” pungkas Turman. (Amar Ola Keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment