Terdakwa Sarah Bantah Keterangan Saksi Polisi

Terdakwa Sarah Connor. Foto: bnn/dok

Denpasar/BaliNewsNetwok-Sidang kasus pembunuhan Aipda Wayan Sudarsa dengan terdakwa Sarah Connor, Kamis (22/12) kembali dilanjutkan untuk mendengar keterangan para saksi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) AAN Jayalantara dan Kadek Wahyudi menghadirkan saksi polisi bernama Sulhadi.

Dihadapan majelis hakim pimpinan Made Pasek, saksi memeragakan adegan rekontruksi sesuai keterangan terdakwa Sarah Connor (45) warga asal Australia di kepolisian. Saksi memeragakan terdakwa menindih tubuh korban yang bersimbah darah untuk mecari tas miliknya yang diduga diambil korban.

“Berdasarkan Cerita David (terdakwa dalam berkas terpisah), Sarah menduduki punggung korban dengan posisi kakinya berada di dekat pundak korban untuk mencari barang miliknya,” kata Sulhadi yang juga selaku Kanit Jatanras Poresta Denpasar itu.

Dalam adegan itu, kata saksi, sarah sempat memukul korban sebanyak satu kali. Hal ini sesuai dengan keterangan kekasihnya David dalam penyusunan BAP di kepolisian yang diungkap kembali dihadapan majelis hakim. Setelah melakukan rekontruksi itu, Sarah langsung mengajukan tanggapan di hadapan hakim terkait rekontruksi itu, bahwa dia tidak pernah memperagakan adegan seperti yang dituduhkan saksi.

“Saya tidak pernah memukul korban, namun hanya ingin memisahkan korban yang dengan David terjadi pergulatan di atas pasir pantai. Kemudian, tidak melihat David memukul korban maupun dirinya,” ujar Sarah.

Saat memisahkan David dan korban, kata sarah, dirinya sempat tersungkur di dekat korban, karena dirinya sempat digigit korban pada bagian pahanya.

Kemudian saksi Sulhadi juga mengaku, sempat merekam rekontruksi saat pemeriksa terdakwa dengan cara merekam apa yang diperagakan terdakwa kepada korban.

Hal itu dilakukan karena kemanpuan daya nalar manusia setiap orang berbeda-beda. “Saya ikut terlibat dalam penyusunan adegan setelah rekonstruksi berdasarkan keterangan yang disusun dalam BAP, karena menjadi ketua tim,” katanya.

Hasil olah TKP menemukan becak darah yang meminta Lab Forensik untuk melakukan pemeriksaan darah itu, apakah darah itu milik korban atau terdakwa.

“Saya juga meminta Inafis untuk memeriksa sidik jari yang ada di  botol bir. Semua ada pemeriksaannya, namun secara lengkap saya lupa,” katanya.

Disebutkan, polisi baru mengeledahan rumah yang disewa terdakwa di Kubu Kauh Home Stay kamar nomor 3 pada 18 Agustus 2016 untuk mengambil sejumlah barang bukti.

Penasehat hukum terdakwa, mengajukan keberatan perihal keterangan saksi yang mengatakan terdakwa bersama David melakukan check out lebih awal pada 17 Agustus 2016, sebagai upaya untuk melarikan diri dari perbuatan pembunuhan yang dilakukannya.

Saksi mengaku, terdakwa ditangkap petugas di konsulat Australia kemudian dibawa Kepolresta Denpasar dengan menggunakan mobil polisi. Bukan, terdakwa yang meyerahkan diri kepolisi. Selai itu, Jaksa Penuntut Umum juga menghadirkan dua saksi polisi lainnya yakni Agung Kusuma Jaya dan Sumar. (pro)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment