Polres Flotim dan Polres Lembata Satker Terbaik

Dari Kiri: Tonce Matutina, Benedictus Ariwibawa, Kapolres Flotim, wakil dari Stasiun Meteorologi Gewayan Tana, serta wakil dari Polres Lembata. Foto: bnn/eman niron.

Larantuka/BaliNewsNetwork-Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Larantuka dalam evaluasi pelaksanaan anggaran Tahun 2016  akhirnya memberikan penghargaan kepada satuan kerja (Satker) yang berkinerja baik. Dua Satker terbaik yakni Polres Flores Timur dan Polres Lembata.

Bersama Satker Stasiun Metereologi Gewayan Tana Larantuka, Polres Flotim ditetapkan sebagai satker terbaik untuk kategori pelaksanaan anggaran. Sedangkan Polres Lembata mendapat penghargaan sebagai satker terbaik bersama satker Madrasah Tsanawiyah Negeri Witihama untuk kategori pertanggungjawaban anggaran.

Penganugerahan satker terbaik untuk  kedua kategori tersebut diumumkan oleh Kepala KPPN Larantuka Benedictus Didik Ariwibawa dalam acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2017  dan Pemberian penghargaan bagi Satker berkinerja terbaik Kabupaten FLotim dan Lembata  bertempat di aula Setda Flotim, Kamis (22/12).

Terkait pengukuran kinerja pelaksanaan anggaran tersebut, Benedictus Didik Ariwibawa dalam sambutannya menjelaskan bahwa pengukuran tersebut menggunakan variable-variabel  terkait pelaksanaan anggaran itu sendiri. Di antaranya  adalah penyerapan anggaran, pengelolaan uang persediaan (UP/TUP), penyelesaian tagihan, data kontrak, perencanaan kas/rencana penarikan dana, pengembalian/kesalahan SPM, retur Sp2D dan laporan pertanggungjawaban bendahara.

“Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan dan pertanggungjawaban anggaran Tahun Anggaran 2016, kami telah menetapkan satuan kerja berkinerja terbaik untuk kategori pelaksanaan anggaran adalahlah satker Polres Flotim dan Satker Stasiun Meteorologi Gewayan Tana Larantuka. Sedangkan untuk kategori pertanggungjawaban anggaran, satker terbaik adalah satker Polres Lembata dan satker Madrasah Tsnawiyah Negeri Witihama,” papar Benedictus  Didik yang diiringi tepuk tangan peserta penerima DIPA TA 2017 itu.

Sedangkan untuk Tahun Anggara 2017, DIPA yang diserahkan berjumlah 53 DIPA dengan total nilai  Rp 249,54 miliar yang terdiri atas Satuan Kerja K/L untuk Kabupaten Flores Timur terbagi atas DIPA Kewenangan Satuan Kerja Instansi Vertikal (KD) sebanyak 30 DIPA dengan nilai Rp145,77 miliar dan DIPA Kewenangan SKPD–Urusan Bersama (UB) berjumlah 1 DIPA dengan  nilai Rp 1,27 miliar.

Sementara itu untuk Satuan Kerja K/L kabupaten Lembata, DIPA Kewenangan  Satuan Kerja Instansi Vertikal (KD) sebanyak 21 DIPA dengan total anggaran Rp 101.10 miliar.  Untuk DIPA Kewenangan SKPD-Urusan Bersama (UB) sebanyak 1 DIPA bernilai Rp 1,38 miliar.

Benedictus Didik Ariwibawa juga mengumumkan besaran alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2017 untuk kedua kabupaten tersebut. Untuk Kabupaten Flores Timur, telah ditetapkan anggaran sebesar Rp 994 miliar dan Lembata Rp 684 miliar. Untuk Dana Desa, Flotim mendapat alokasi  dana desa sebesar Rp 173.327.230.000. Sedangkan Kabupaten Lembata senilai Rp.110.907.914.000. (Emnir)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment