PHRI Cabang Timor Tengah Utara Terbentuk

Kupang/BaliNewsNetwork-Badan Pengurus Cabang Perhimpunan  Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT resmi dilantik Selasa, 20 Desember 2016 oleh Badan Pengurus PHRI Provinsi NTT di Hotel Livero, Jln. Eltari Kota Kefamenanu.

Sekertaris Badan Pengurus PHRI NTT  Roby  Rawis, mengatakan, PHRI dikenal juga sebagai Indonesian Hotel and Restaurant Association (IHRA), adalah asosiasi non-profit dari pemilik hotel dan restoran serta para profesional yang memfokuskan kegiatannya untuk pengembangan dan pertumbuhan sektor-sektor penting industri pariwisata di Indonesia.

Selama bertahun-tahun, PHRI telah tumbuh menjadi sebuah asosiasi penting yang dekat dengan pemerintah dan sektor swasta terkait, menyajikan aspirasi serta tantangan dari industri kepada pemerintah sehingga tercipta kebijakan yang terstruktur sesuai dengan kebutuhan riil industri.

“Yang termasuk dalam keanggotaan PHRI antara lain, hotel, restoran dan dan industri terkait termasuk pemasok dan lembaga pendidikan pariwisata,” ujar Rawis.

Menurut Rawis, hadirnya PHRI di TTU  sebagai asosiasinya pariwisata yang bekerja sama dengan Pemda TTU untuk mengembangkan sektor pariwisata serta menggenjot sektor pariwisata untuk income kas daerah. Selain itu, PHRI juga hadir sebagai media konsolidasi pariwisata untuk mengembangkan bidang perhotelan dan mendukung  hotel – hotel dapat  memenuhi standar kelayakan.

“Di sisi lain PHRI adalah sebuah organisasi konsolidasi demi terwujudnya pariwisata yang baik,” kata Rawis.

Kepala Dinas Pariwisata TTU  Yosefina Onda menyampaikan apresiasi kehadiran PHRI di Kabupaten TTU.  Menurut Onda, kehadiran PHRI sebagai suatu langkah positif dalam mendukung sektor pariwisata di TTU.

“Ini adalah kesempatan untuk sektor pariwisata terus diperkuat demi mendukung pendapatan daerah dan TTU bisa dikenal sebagai destinasi wisata,” kata Onda.

Dia berharap, kerja sama PHRI dan Pemda terus dijalin agar dapat membawa perubahan pada sektor pariwisata.

“Memang harus ada sebuah lembaga sebagai media konsolidasi bagi para pelaku perhotelan, restoran dan sektor pariwisata lainya. Ini tentu ada saling kontrol antar sesama sehingg kualitas perhotelan di TTU dapat memenuhi standar,” pungkas Onda. (Amar Ola Keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment