Koruptor Proyek Pipanisasi Karangasem Divonis Setahun Penjara

Terdakwa Parno Tris Hadioniono(pakai masker). Foto: bnn/ist

Denpasar/BaliNewsNetwork-Terdakwa Parno Tris Hadiono, pimpinan proyek (Pimpro) pipanisasi air minum di Karangasem yang dikerjakan oleh  PT Adhi Karya, akhirnya divonis dengan hukuman pejara selama setahun dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Rabu (21/12).

Dalam sidang dengan ketua majelis hakim Dewa Gede Suardhita ini, terdakwaTris Hadiono dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan dakwaan subsider.

Sebelumnya JPU menuntut terdakwa yang  didampingi penasihat hukumnya, Edy Hartaka ini dengan hukuman penjara 1 tahun enam bulan, dibebaskan dari dakwaan primer sehingga dijerat dengan pasal 3 UU Tipikor Jo pasal 55 KUHP.

Menyangkut kerugian negara sebesar Rp 3,339 miliar yang telah disetorkan oleh terdakwa Imam Wijaya terdahulu, dijadikan bahan pertimbangan oleh hakim sebagai unsur-unsur yang meringankan  terdakwa karena  masih dijadikan barang bukti untuk kasus yang sama dengan terdakwa yang lain.

Dengan kerugian negara sudah dibayarkan, terdakwa Parno selain divonis satu tahun penjara, dia hanya dikenai denda Rp 50 juta subsider satu bulan. Terhadap vonis tersebut, baik Jaksa maupun penasihat hukum menyatakan pikir-pikir.

Usai sidang, penasihat hukum terdakwa Parno yaitu Edy Hartaka mengatakan masih pikir-pikir, karena masih ada waktu untuk berpikir selama tujuh hari ke depan. Edy mengungkapkan rasa penasarannya, mengenai beberapa kali minta supaya mantan Bupati Karangasem, Geredeg untuk dihadirkan jadi saksi.

Namun hingga pemeriksaan saksi selesai, mantan orang nomor satu di Karangasem ini tak juga menampakkan diri di Pengadilan Tipikor Denpasar. “Kami sudah beberapa kali minta dihadirkan. Tapi tidak pernah dihadirkan jaksa dan majelis hakim juga menganggap tidak perlu,” ujar Edy.

Mangkirnya Geredeg dalam sidang korupsi pipanisasi ini sudah terjadi sejak tiga terdakwa yang sebelumnya sudah disidangkan. Yaitu mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Karangasem, I Wayan Arnawa (vonis 1,5 tahun), PPTK (Pejabat Pelaksana  Teknis Kegiatan) IB Oka (vonis 1 tahun) dan Kepala PT Adhi Karya, Imam Wijaya Santosa (vonis 2 tahun).

Sementara untuk tersangka lainnya yaitu konsultan pengawas, Ni Kadek Nopiyanti yang merupakan keponakan Geredeg disebut sempat hadir dalam sidang. Namun Suardhita enggan berkomentar lebih lanjut ketika ditanya perkembangan terakhir tersangka Nopiyanti yang kabarnya sudah sampai P-19. (pro)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment