Gubernur Buka Topinya, Dikenakan ke Jefrius Naya

Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengenakan topi ke kepala Ulrikus Jefrius Naya. Foto: bnn/eman niron.

Lembata/BaliNewsNetwork-Gubernur NTT Drs. Frans Lebu Raya  terpaksa harus melepaskan topi yang sedang dikenakannya di H-1 perayaan Harnus XVI di Lewoleba-Lembata, Senin (12/12). Gubernur dengan riang hati menyerahkan topinya  kepada  Ulrikus Jefrius Naya, siswa kelas X SMA Don Bosco Lewoleba yang telah membuatnya terpukau lewat  lakon  dirigennya.

Ketika kelompok paduan suara  SMA Don Bosco  turun dari panggung usai menyanyikan lagu Ina Noi di sela-sela kegiatan hiburan di H-1 itu, Gubernur Lebu Raya langsung berdiri dan memanggil si dirigen Jefri. Dengan Kefamiliaran Lebu Raya  mengharuskan si Jefri  datang kepadanya, sebab aksi  si dirigen tersebut sangat memukau.

Ulrikus Jefrius Naya sedang beraksi

Ulrikus Jefrius Naya sedang beraksi. bnn/emnir

Penjabat Bupati Lembata Sinun Piter Sinun Manuk pun dengan sigap memanggil anak asuh Hendrikus Ade Soge. Setelah berdialog dengan Jefri, Gubernur NTT itu langsung melepaskan topi yang sedang dikenakannya dan  memakaikan topi itu pada kepala Jefri.

Kefamiliaran seorang Frans Lebu Raya spontan  mendatangkan rasa simpatik warga Lembata yang senantiasa memadati halaman panggung hiburan Harnus itu. Gemuruh tepuk tangan dan sorakan warga tak terhindarkan mengiringi  pemindahan topi dari kepala Lebu Raya ke kepala Siswa kelas X SMA Don Bosco itu.

Ketika dikonfirmai, Jefri  mengaku sangat senang dengan peristiwa tersebut. Sebuah peristiwa yang tak pernah terbayangkan olehnya.

”Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa. Saya sama sekali tidak pernah membayangkan akan bertemu dan bersalaman langsung serta berbincang-bincang dengan Bapak Gubernur. Semoga dengan perisitiwa ini, saya semakin termotivasi  untuk mengembangkan bakat saya sebagai seorang dirigen. Saya ingin menjadi seorang dirigen yang professional,” tutur Jefri.

Ulrikus Jefrius Naya sedang beraksi. bnn/emnir

Ulrikus Jefrius Naya sedang beraksi. bnn/emnir

Sementara itu guru pengasuh seni suara Hendrikus Ade Soge mengakui  Jefri memiliki potensi alamiah dibidang seni suara. Keahliannya sebagai dirigen, oleh karena itu Jefri lantas terpilih sebagai dirigen untuk lima lagu yang dinyanyikan dalam acara hiburan di H-1 Harnus XVI ini.

“Kami pun turut merasa bangga mendapat pengharagaan dari seorang gubernur melalui siswa kami Jefri. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Gubernur. Ternyata dalam diamnnya beliau sangat berkonsentrasi dengan persembahan siswa-siswi kami ini,” ucap Ade Soge. (Emnir)

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment