Mantan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unud Sumbang Panti Sosial dan Jero Mangku

Nyoman Suastika memberikan sumbangan sembako secara simbolis diterima oleh seorang penghuni panti didampingi Retnaningsih. bnn/rahman

Denpasar/BaliNewsNetwork-Sekitar 20 orang mantan mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Udayana (Unud) Denpasar angkatan 1984, Jumat (09/12) pagi mengunjungi Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Denpasar Timur dan Jero Mangku Tegal Wangi di Blabhatu, Gianyar.

Kehadiran para mantan mahasiswa yang kini telah menjadi pejabat, politisi, profesional dan pengusaha suskes di berbagai bidang itu ternyata dalam rangkaian reuni FE 84 Unud yang akan digelar Sabtu, 10 Desember 2016 di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar.

“Tujuan  kami ke sini  untuk memberikan sedikit rezeki yang terkumpul dari kami semua, mantan mahasiswa ekonomi Unud angkatan 1984 yang kini tersebar di seluruh Indonesia. Besok kami akan mengadakan reuni, jadi kami datang berbagi dengan bapak-ibu yang ada di sini,” kata I Nyoman Suastika, Ketua Angkatan 1984 dan diamini oleh Gerianta Wirawan Yasa, sang ketua Panitia Reuni FE 84.

“Mudah-mudahan ini bisa membantu bapak-ibu di sini,” sambung Kotak, panggilan akrab Suastika.

Para mantan mahasiswa ini membawa sembako satu pick up untuk disumbangkan kepada 52 penghuni panti jompo ini. Penyerahan bantuan secara simbolisi diterima oleh Kepala UPT PST Werdha Wana Seraya, Retnaningsih.

Menariknya, para penghuni panti jompo ini ternyata masih bisa berkesenian. Untuk menyambut rombongan ini  nenek-nenek menari ngibing dengan iringan music gamelan oleh kakek-kakek.

Kepala UPT Werdha Wana Seraya Retnaningsih menjelaskan, dari 52 penghuni, sebagian masih memiliki keluarga, sebagian lagi tidak punya keluarga sama sekali sehingga hanya mengandalkan pelayanan di sini.

“Bagi yang masih  punya keluarga, biasanya sabtu dijemput keluarganya, lalu senin dikembalikan ke sini,” kata Retnaningsih.

Usai mengunjung PST Werdha Wana Seraya,  rombongan meneruskan perjalanan ke Banjar Bangun Liman, Desa Buruan, Blahbatu, Gianyar untuk memberikan bantuan uang tunai kepada  Jero Mangku Tegal Wangi.  Pria sepuh ini menderita lumpuh sehingga selama ini hanya bisa terbaring di tempat tidur. Sebuah kursi roda yang tampak sudah tua – bantuan dari sebuah yayasan – memang menemaninya selama ini tapi itu sebatas keluar dari kamar ke teras PP.

Lole menyalami Jero Mangku Tegal Wangi

Lole menyalami Jero Mangku Tegal Wangi

Kondisi rumah Jero Mangku Tegal Wangi ini sangat miris. Sebuah rumah tua yang tak terurus. Kamar yang ditempatinya juga tidak terawat, seperti halnya potret masyarakat miskin di desa.

Sementara itu, Gerianta Wiriawan Yasa alias Lole mengatakan,  reuni FE84 dengan tema Empat Windu Memendam Rindu, Sabtu 910/12) akan diikuti sekitar 110 orang.

“Acaranya mulai pukul 4 sore hingga jam 10 malam. Jadi bagi teman-teman yang mendapat informasi ini silahkan datang, kita luapan kerinduan yang terpendam selama empat windu,” ujar Lole, mantan Pembantu Dekan 3 FE Unud ini, sambil tertawa lepas.(rsn)

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment