Jadi Saksi Lagi, Arnawa Serang Wakil Bupati Bangli

Mantan Bupati Bangli, I Nengah Arnawa saat memberi kesaksian di Pengadilan Tipikor, Denpasar. Foto: balinewsnetwork/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork— Sidang kasus korupsi upah pungut (UP) di Bangli dengan terdakwa Bagus Rai Dharmayudha yang merupakan mantan Kadispenda Bangli 2006-2008, menghadirkan mantan Bupati Bangli, I Nengah Arnawa sebagai saksi. Saat besaksi, Arnawa terus memberi keterangan yang cukup pedas.

Jika pada sidang sebelumnya, Arnawa “menyerang” Bupati I Made Gianyar, tapi pada sidang kali ini  giliran Wakil Bupati, Sang Nyoman Sedana Arta yang dibidik. Arnawa mengatakan, dalam kasus korupsi ini seharusnya wakil bupati juga ikut bertanggungjawab.

Dihadapan majelis hakim, Arnawa mengungkapkan, jika Bupati Bangli dan Wabup ikut menikmati UP sejak tahun 2010 tepat setelah dirinya lengser sebagai Bupati Bangli pada 5 Agustus 2010. “Setelah itu yang menerima Bupati dan Wakil Bupati saat ini (Gianyar dan Sedana Arta),” tegas Arnawa sembari mengatakan jumlah yang diterima sama dengan yang dia terima saat menjabat sebagai bupati.

Ia mengatakan pencairan tersebut juga masih menggunakan SK UP tahun 2009 yang ditandatanganinya. Dengan demikian, kata Arnama kedua pejabat itu juga harus dibawa ke persidangan agar semua jadi terang-berderang.

Sementara dalam SK UP 2011 juga harus dipertanggung jawabkan oleh Bupati, Made Gianyar dan Wabup, Seda Arta. Apalagi Arnawa menyebut sudah mengecek keabsahan SK 2011 tersebut yang ternyata dibuat tanpa kajian teknis sehingga cacat hukum. Ini diperparah karena SK tersebut bukan inisiatif dari dinas terkait melainkan instruksi langsung dari Bupati Made Gianyar.

Arnawa menyebut SK UP 2011 ini lebih parah dari SK UP 2006-2010 yang ditandatanganinya. Sehingga penyidik harus menyeret Bupati dan Wabup Bangli saat ini. “Jika kemungkinan terjelek saya juga kena (jadi tersangka), maka Bupati dan Wabup sekarang juga harus kena. Tidak adil kalau saya sendiri,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sidang dengan terdakwa AA Gede Alit Darmawan (mantan Kadispenda Bangli 2009-2010 yang kini menjabat Asisten II Setda Kabupaten Bangli), saksi yang dihadirkan yaitu Kabag Hukum Bangli, Wayan Arta juga sempat memanas. Pasalnya, Arta terus berkelit ketika ditanya soal kajian SK UP tahun 2009-2010. (pro)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment