Kabupaten Sabu Raijua Raih Penghargaan LHKPN Award 2016

Suasana penandatanganan komitmen pemberantasan korupsi. Foto: balinewsnetwork/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork— Kabupaten Sabu Raijua berhasil meraih penghargaan award pengelolaan Laporan Hasil Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2016 dengan total kepatuhan 193 WL atau 90,61 %.

Sabu Raijua mengalahkan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang berada di urutan kedua, Kabupaten Kupang urutan ketiga, Kota Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT.

Direktur LHKPN, Cahaya Harefa mengatakan, penilaian itu menggunakan beberapa parameter diantaranya, ketersediaan regulasi baik Perbup, Pergub, Perda atau SK, tingkat keaktifan unit pengelola LHKPN, Propinsi jumlah wajib LHKPN dan tingkat kepatuhan pelaporan LHKPN.

Cahaya meminta agar kabupaten lain di NTT mencontohi Sabu Raijua dalam pengelolaan LHKPN.

“Saya minta Bupati lain bisa mencontohi kabupaten Sabu Raijua,” ujar Cahaya Harefa saat Rapat Koordinasi dan Supervisi  pemberantasan Korupsi terintegrasi Provinsi NTT di aula Ben Mboi, Rabu (30/11/2016).

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, sebagai pimpinan sudah menyerukan ke semua bupati di NTT terus berkomitmen untuk tidak melakukam korupsi/pungli.

“APBD NTT sangat kecil sehingga digunakan untuk kepentingan rakyat. Saya mohon ke KPK agar terus memberi masukan bagaimana melakukan pencegahan korupsi. Atas nama seluruh Bupati kami komitmen untuk memberantas korupsi di NTT,” tegas Lebu Raya. (amar ola keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment