Jembrana Sebagai Taman Sarinya Bhineka Tunggal Ika

Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan ketika berorasi pada apel Nusantara Bersatu di GKBK, Rabu (30/11). Foto: balinewsnetwork/agp.

Jembrana/BaliNewsNetwork— Kabupaten Jembrana sebagai Taman Sarinnya Bhineka Tunggal Ika, merupakan orasi kebangsaan yang disampaikan Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan saat Apel Nusantara Bersatu di Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana, Rabu (30/11).

Menurut Kembang, kebhinekaan itu adalah sebuah keniscayaan insaniah bahkan ilahiah. “Kita harus membaca kembali Ke Indonesiaan kita. Indonesia yang ada dan berada berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 yang menghargai keberagaman sebagai anugrah ilahi dan memposisikan NKRI sebagai harga mati!,” tegas Kembang.

Kebhinekaan merupakan kenyataan yang tidak terbantahkan. Banyak bukti-bukti budaya yang hingga kini dapat kita lihat sebagai bentuk baru budaya lokal yang merupakan hasil interaksi budaya Islam Melayu dengan budaya Hindu Bali. Bahasa Melayu Loloan berbeda dengan Bahasa Melayu kebanyakan seperti Bahasa Melayu Riau dan Bahasa Melayu Malaysia.

Selain bahasa secara sosiologis juga berkembang budaya yang disebut penyame brayaan dengan tradisi ngejot. Sebuah interaksi kultural yang melahirkan prilaku budaya baru. Jangan heran jika di daerah atau desa Air Kuning, Medewi, Yehsumbul bahkan Loloan ditemukan nama yang memasukkan nama unsur Bali. Seperti nama Nyoman Musadat Djohar. Atau untuk nama perempuan Ketut Siti Aminah atau panggilan Men Siti. Begitu mesranya bangunan peradaban yang diwujudkan oleh para leluhur kita, bahkan dalam catatannya di Kabupaten Jembrana tidak pernah terjadi ketegangan sosial yang berbau SARA. “Untuk itu tidaklah berlebihan jika di dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh komponen masyarakat di Jembrana untuk bersama-sama mewujudkan Jembrana sebagai Taman Sarinya Bhineka Tunggal Ika,” terang Kembang.

Selain orasi Wabup Kembang, dalam apel tersebut juga diisi dengan doa bersama yang dibawakan oleh tokoh agama Hindu, Islam, Budha, Katolik dan Protestan secara bergiliran, termasuk pembacaan puisi kebhinnekaan oleh siswa.

Apel Nusantara Bersatu tersebut, dihadiri FORKOMPINDA (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), Kepala-kepala SKPD Pemkab Jembrana, anggota LVRI, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, TNI, Polri, PNS, Ormas dan Siswa SMP dan SMA. (agp)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment