Ende/BaliNewsNetwork— Penyidik Kejaksaan Negeri Ende, Selasa (29/11/2016) menahan dua orang tersangka dugaan Korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos) Tahun 2009/2010 di Kabupaten Ende.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negri, Ende Rochman M kepada media ini Rabu (30/11) mengatakan kedua tersangka yang di tahan adalah Stefanus Wodhe selaku bendahara dan Yulius Leru Tenga yang pada tahun 2009/2010 menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Ende dan keduanya ditahan selama 20 hari sesuai kewenangan penyidik.

Lanjut Rochman, berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan adanya kerugian Negara sebesar 2 Milyar lebih.

Dijelaskan Rochman, modus yang digunakan oleh tersangka adalah penerima Bansos tidak sesuai dengan fakta di lapangan di mana saat dilakukan verifikasi ternyata orang-orang yang namanya tercantum sebagai penerima Bansos justru tidak pernah menerima bahkan ada penerima yang sudah meninggal dunia tetapi terdaftar sebagai penerima Bansos.

Ketika ditanya apa ada kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus tersebut, Rochman menjelaskan semua bisa terjadi tetapi saat ini penyidik masih fokus pada dua orang tersangka yang sudah ditahan tinggal melihat fakta persidangan nanti.

Tersangka dikenai pasal 2 dan pasal 3 KUHP dengan ancaman pasal 2 minimal 4 tahun penjara dan pasal 3 maksimal 4 tahun penjara.

“Direcanakan Kamis (1/12) tersangka akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang  menunggu jadwal sidang,” kata Rochman. (dedi wolo)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment