Aniaya Atasan Hingga Tewas, Muhammad Muslim jadi Terdakwa

Anggota TNI yang disidang. Foto: balinewsnetwork/pro.

Denpasar/BaliNewsNetwork— Kopda Ttu Muhammad Muslim (35) harus menjadi terdakwa di Pengadilan Militer III – 14 Denpasar, Selasa (29/11). Muhammad Muslimin menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan terhadap atasannya, Serda Made Suwardi. Dalam sidang perdana yang dipimpin Ketua Hakim Letkol Laut (KH) Agus Budiman Surbakti ini, masih agenda pembacaan dakwaan, Oditur Mayor Chk Dewa Putu Martin.

Di muka persidangan, Oditur Mayor Chk Dewa Putu Martin menyatakan, terdakwa kelahiran Banyuwangi ini telah melakukan tindakan kekerasan yang berujung kematian terhadap korban Serda Made Suwardi. Atas perbuatannya Kopda Ttu Muhammad Muslimin didakwa dua pasal. Yaitu pasal pertama 106 ayat (3) KUHPM atau kedua Pasal 338 KUHP.

Dibeberkan dalam surat dakwaan, Oditur Mayor Chk Dewa Putu Martin, pada Jumat, 29 Juli 2016 pukul 05.15 Wita di Pangkalan TNI Angkatan Laut, Denpasar, terdakwa Muhammad Muslimin terlibat kasus pembunuhan terhadap atasannya Serda Made Suwardi. Permasalahannya, karena terdakwa tidak diberikan izin cuti tahunan oleh satuannya. Hal itu membuat terdakwa merasa sakit hati terhadap korban sebagai atasannya.

Namun sebelum pembunuhan, terdakwa sempat terlibat cekcok dan menantang korban berkelahi. “Korban sedang berada di tempat parkir, kemudian terdakwa menghampiri korban. Karena tidak terima dan merasa malu, korban menampar terdakwa. Selanjutnya terdakwa memiting leher, mencekik korban, dan menusukkan pisau sangkur ke perut dan dada korban,” ungkap Oditur Mayor Chk Dewa Putu Martin.

Lebih lanjut dijelaskan Oditur Mayor Chk Dewa Putu Martin, berdasarkan hasil test kejiwaan, tidak ditemukan gangguan kejiwaan pada terdakwa. Namun, ditambahkan Dewa Putu Martin, bahwa dari test kejiwaan itu hasilnya terdakwa memiliki sifat agresif.

Usai pembacaan surat dakwaan, Ketua Hakim Letkol Laut (KH) Agus Budiman Surbakti memberikan kesempatan terdakwa menanggapi dakwaan Oditur. Atas dakwaan tersebut, terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya Lettu Laut (KH) Fuad, setelah berkoordinasi memutuskan untuk tidak mengajukan eksepsi. (pro)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment