Desa Diminta Alokasikan Dana untuk Anak Usia Dini

Kegiatan workshop bersama kepala desa untuk alokasi dana mendukung anak usia dini. Foto: balinewsnetwork/taribaik.

Lembata/BaliNewsNetwork— Merupakan perwujudan komitmen dan tanggung jawab Pemerintah Daerah serta semua pihak mulai dari desa untuk peduli terhadap kepentingan terbaik anak Lembata. Hal ini disampaikan oleh Thomas Tipdes, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Lembata saat membuka kegiatan Workshop Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Hotel Olympic Lewoleba atas inisiasi Plan International Indonesia dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat Lembata (LPPM) sebagai mitra, 25 Nopember 2016.

“Intervensi untuk PAUD HI ini penting, ini pun menjadi konsen Bapak Penjabat Bupati Lembata saat ini,” kata Tomas Tipdes.

Menurutnya, Tahun 2015 anggaran untuk penyelenggaraan PAUD di Lembata sebesar 1,3 milyar untuk 59 Desa. Meningkat di tahun 2016 sebesar, 6,9 milyar untuk 82 desa. Bisa jadi (anggaran) ini akan meningkat lagi di tahun-tahun selanjutnya karena pengelolaan PAUD merupakan satu kewenangan lokal desa yang wajib dijalankan oleh desa. “Ini adalah salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia di desa, dan sebagai konsekuensinya adalah pengalokasian anggaran Dana Desa,” lanjutnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh 43 peserta dari unsur Bapeda, BPMD, PLS PPO, BPPKB dan Pemerintah Desa ini diawali dengan analisa sanitasi desa sehubungan dengan PAUD HI oleh Plan International Indonesia. Hal ini terkait dengan kondisi kesehatan anak usia dini, pendidikan dan perlindungan anak. Masih ada anak dengan status gizi buruk di desa-desa di Lembata, kapasitas Guru PAUD kurang memadai terkait dengan penerapan Kurikulum K13, gaji guru PAUD yang masih jauh dari layak padahal mereka memegang peranan penting dalam pendidikan anak usia dini. Lalu terkait dengan perlindungan, tidak sedikit anak yang belum memiliki akta kelahiran, dan penelantaran serta kekerasan terhadap anak.

“Kami ingin kebutuhan esensial anak usia dini seperti kesehatan dan gizi, pendidikan dan pengasuhannya terpenuhi secara optimal. Anak-anak juga harus terlindungi dari segala bentuk kekerasan, penelantaran dan pelakuan yang salah melalui terselenggaranya pelayanan anak usia dini secara holistik integratif. Ini membutuhkan komitmen seluruh unsur mulai dari orang tua keluarga, masyarakat, pemerintah desa sampai pemeritah daerah,” kata Fransiskus Riberu, Early Chilhood Care and Development (ECCD) Project Officer Plan International Indonesia Program Area Lembata.

Dalam diskusinya, pemerintah desa yang hadir merincikan jenis-jenis kegiatan untuk PAUD HI yang nantinya akan disupport oleh Dana Desa antara lain Posyandu, pembangunan dan pemeliharaan sarana prasarana PAUD, peningkatan kapasitas Guru PAUD, peningkatan kapasitas kelompok pemerhati anak seperti KPAPD dan operasionalnya.

Masing-masing pemerintah desa juga melihat prioritas program kepala desa selama 6 tahun dalam dokumen RPJMDes. Ini untuk mendukung perencanaan pembangunan desa untuk PAUD HI ke depannya dan menjadikannya sebagai prioritas dalam anggaran Dana Desa. (sandrowangak)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment