Eksepsi Winasa Ditolak

I Gede Winasa. bnn/dok

Denpasar/BaliNewsNetwork-Mantan Bupati Jembrana, I Gede Winasa akhirnya harus gigit jari. Bagaimana tidak, eksepsi atau kebaratan atas dakwaan jaksa yang diajukan melalui tim kuasa hukumnya, ditolak oleh majelis hakim tipikor pimpinan Dewa Gde Suarditha.

Dalam sidang, Rabu (23/11), hakim dalam amar putusan sela menyatakan menolak eksepsi yang diajukan terdakwa karena sudah masuk dalam pokok perkara, yang akan dibuktikan dalam persidangan.

“Menolak seluruh eksepsi yang diajukan terdakwa dan memerintakan jaksa untuk melanjutkan sedang dengan memeriksa saksi-saksi,” tegas hakim Suarditha.

Atas putusan itu, Winasa yang sebelumnya terlihat cukup percaya diri, akhirnya mengaku kecewa. Winasa kecewa karena majelis hakim dalam amar putusnya sama sekali tidak menyentuh atau tidak mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan jaksa yang dianggapnya aneh.

“Saya kecewa, ada bukti lain seperti kuitansi dan bukti surat yang semuanya hanya fotocopi, tapi tidak dipertimbangkan,” katanya usai sidang sembari menyebut bahwa dia juga sudah mengembalikan uang kerugian negara Rp 20 juta.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ni Wayan Mearthi menyatakan perbuatan yang dilakukan terdakwa Winasa pada 2009-2010. Pada 2009, Pemkab Jembrana menganggarkan biasa perjalanan dinas untuk luar daerah sebesar Rp 850 juta yang diperuntukkan bagi bupati dan wakil bupati.

Dalam perjalanan dinas selama satu tahun tersebut, Winasa menandatangani 38 Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) atas nama terdakwa. Namun ternyata Winasa tidak pernah melakukan perjalanan dinas tersebut. Untuk menyamarkan perbuatannya, SPPD fiktif tersebut dilengkapi dengan tiket pesawat dan boarding pass fiktif untuk kelengkapan bukti pertanggungjawaban.

Pada tahun 2010, Pemkab Jembrana kembali menganggarkan biaya perjalanan dinas sebesar Rp 800 juta. Sama seperti di tahun 2009, Winasa menandatangi 19 lembar SPPD fiktif atas namanya sendiri dan seolah-olah melakukan perjalanan dinas. Perbuatan terdakwa I Gede Winasa telah memperkaya diri sendiri dan telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 829.787.150. (pro)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment