Reliance Buka Galeri Investasi di STIKOM Bali

Dadang Hermawan menggunting pita meresmikan galeri investasi. bnn/rahman

Denpasar/BaliNewsNetwork-Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia Hosea Nicky Hogan mengatakan, pembukaan galeri investasi di STIKOM Bali ini adalah yang ke-224 di kampus  seluruh Indonesia, dari total 3.200 perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

“Harapan kami,  tidak hanya untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa  STIKOM Bali tetapi juga para mahasiswa dan dosen bisa berinvestasi di sini,” kata Nicky Hogan ketika meresmikan Galeri Investiasi Bursa Efek Indonesia di STIKOM Bali, Selasa (1/11/2016).

Nicky Hogan-bnn/rahman

Nicky Hogan-bnn/rahman

Disebutkan, setiap hari nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 6,5 triliun. Sementara sebanayk 535 perusahaan tercatat di bursa dan setiap saat kita bisa membeli sahamnya dengan harga per sahamnya hanya Rp 50 dan pembeliannya kelipatan 1 lot (100 lembar).

“Dengan membeli saham perusahaan, maka kita adalah salah satu dari pemilik  perusahan itu, kita berhak mendapat pembagian keuntungan (dividen), dan kita mempunyai hak suara dalam RUPS,” sebut Nicky Hogan.

Sementara itu Ketua STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan menyambut baik pembukaan galeri investasi ini.

“Ini adalah wujud kolaborasi  antara perguruan tinggi dan dunia usah atau dunia industri dalam hal ini PT Bursa Efek Indonesia dan PT Reliance Sekurities Tbk. Ini juga sebagai salah satu bentuk pengembangan dari STIKOM Bali dan kepercayaan dari Bursa Efek Indonesia untuk mendirikan bursa investasi di  STIKOM Bali karena tadi disebutkan ini galeri yang ke-224. Artinya tidak semua perguruan tinggi mendapat kesempatan mendirikan galeri investasi. Oleh karena itu kami sangat berterima kasih kepada Bursa Efek Indonesia dan PT Reliance. Kita harapkan agar para mahasiswa dan dosen bisa mulai berinvestasi dari sini,” kata Dadang Hermawan.

Direktur  PT Reliance Sekurities Tbk Anak Agung Gde Arinta Kameswara menegaskan, pembukaan galeri investasi di STIKOM Bali menunjukkan bahwa investasi itu untuk semua orang, untuk semua golongan.

“Investasi bukan hanya untuk orang ekonomi saja tetapi untuk orang hukum, orang computer, orang IT dan seluruh lapisan masyarakat. Itulah maka kita buka galeri investasi di STIKOM Bali, tidak hanya di universitas yang ada fakultas ekonomi. Jadi investasi tidak hanya untuk orang ekonomi tapi untuk semua orang,” kata pria kelahiran Tulikup, Gianyar ini.

“Apa lagi,” lanjut Agung Kameswara, “dengan modal Rp 100.000, Anda bisa bertransaksi di sini”.

Usai meresmikan galeri investasi, acara yang dihadiri oleh Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional VIII Bali – Nusa Tenggara, Zulmi ini, dilanjutkan dengan seminar bertema Cerdas Berinvestasi di Pasar Modal, dengan narasumber Nicky Hogan dan Agung Kameswara.

reliance-4

Mahasiswi STIKOM Bali antusias bertanya. bnn/rahman

Di hadapan ratusan mahasiswa STIKOM Bali, Nicky Hogan menjelaskan, dulu orang beranggapan bahwa investasi di pasar modal adalah bersifat spekulatif. Namun, sekarang hal itu justru menjadi salah satu strategi bisnis sekaligus sebagai wahana untuk menyebarkan  good corporate governance.

Hogan menyebut, meski propek bisnis di pasar modal sangat bagus –nilai transaksi tiap hari mencapai Rp 65,5 triliun-ternyata 2/3 saham itu dikuasi oleh orang asing. Karena itu pihaknya terus bekerja keras memberi edukasi guna meningkatkan posisi kepemilikan saham lebih banyak kepada WNI.

Dikatakan,  saat ini Indonesia menempati posisi ke-16 negara dengan ekonomi terbaik di dunia dan diramalkan pada tahun 2030 Indonesia masuk dalam salah satu dari 7 negara dengan ekomomi terbaik di dunia.

“Kalau Anda terlahir miskin, itu bukan salah Anda. Tetapi kalau Anda meninggal dalam keadaan miskin, itu pasti salah Anda,” Hogan mengutip kalimat Bill Gates-pemilik Microsofts-guna memotivasi para mahasiswa STIKOM Bali agar terjun dalam investasi saham ini.

“Peluang ini yang seharusnya ditangkap mahasiswa STIKOM Bali,” pungkas Nicky Hogan. (rsn)

 

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment