Ratusan Ayam Warga Mati Kena “Grubug”

Ayam warga yang mati terkena grubug. Foto: balinewsnetwork/don.

Jembrana/BaliNewsNetwork— Sejak dua minggu belakangan, ratusan ayam milik warga Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, mati mendadak. Warga menyebutnya “Grubug” penyakit ayam yang diyakini menyerang tiap tahunnya di saat musim hujan.

Namun hingga kini belum ada pemeriksaan khusus dari istansi terkait. Terutama terkait kematian ayam-ayam warga tersebut lantaran belum dilaporkan.

“Dalam seminggu banyak ayam saya yang mati. Dari 45 ekor sekarang hanya tersisa 6 ekor,” ujar Niluh Parwati, salah seorang warga setempat, Minggu (30/10/2016) sore.

Menurutnya puluhan ayam, baik yang masih kecil maupun sudah dewasa tersebut mati didahului dengan ciri-ciri, mulut dan hidung berlendir dan suaranya ngorok. Beberapa saat kemudian ayam tersebut mati.

“Padahal saya sudah beri obat secara rutin, tapi tidak mempan. Kalau sudah kena penyakit langsung mati,” imbuhnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Dewa Gede Gunawan, warga Yehembang lainnya. Dalam dua minggu belakangan ini banyak ayam dirinya mati dengan didahului dari mulut dan hidup keluar lendir dan jengger berwana kehitaman.

“Hampir semua ayam saya mati, temasuk ayam-ayam jago yang harganya super, padahal saya sudah ngasi obat tapi tidak mempan,” tuturnya.

Warga menduga, penyakit yang menyerang ayam peliharaan warga tersebut penyakit “grubug” yang biasa menyerang tiap tahunnya saat musim hujan, bukan penyakit flu burung. Namun demikian warga tidak berani memastikan karena belum ada pemeriksaan dari petugas. (don)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment