Diduga Ada Peluru dalam Bagasinya, Pria Australia Ini Ditahan

Ilustrasi pemeriksan di bandara. bnn/ist

Tuban/BaliNewsNetwork-Polsek KP3U Bandara I Gusti Ngurah Rai mengamankan seorang warga negara asing (WNA) Australia bernama Vasudevan Rasiah, Direktur Utama PT. Panorama Development Utama yang beralamat di Banjar Tegal Besar, Desa Negari, Kec. Banjarangkan, Klungkung.

Diduga Vasudevan diamankan atas kepemilikan barang yang masuk katagori dangerous good. Pelaku pada Rabu (26/10) pukul 12.55 dilaporkan oleh salah satu pegawai Avsec yang namanya enggan ditulis bahwa pelaku membawa 11 amunisi atau peluru berwarna kuning yang terdiri dari enam butir kaliber 32 mm dan lima butir kaliber 22 mm di dalam bagasinya.

Sumber balinewsnetwotk.com mengatakan, saat itu korban curiga atas barang bawaan di salah satu bagasi calon penumpang jenis travel bags hard case warna coklat tua. Karena pada saat pemeriksaan X-Ray dan dari pencitraan mesin X-Ray didalamnya terdapat dangerous good berupa amunisi atau peluru sebanyak 11 amunisi atau peluru berwarna kuning. Diduga tas tersebut milik Vasudevan.

“Di dalam tasnya ada amunisi (peluru) sebanyak 6 (enam) butir kaliber 32 mm dan 5 (lima) butir kaliber 22 mm,” ujar sumber dikonfirmasi Rabu (26/10) malam.

Salah satu petugas di Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai mengatakan, pemilik barang dangerous good tersebut merupakan calon penumpang pesawat Malaysia Airline MH-714 yang akan berangkat ke Kualalumpur, Malaysia.

“Pelaku bernama Vasudevan Rasiah, tempat tanggal lahir di Jaffna, 30 Nopember, Nomor Pasport : E4132178, sesuai KITT (Kartu Izin Tinggal Tetap) dari Dirjen Imigrasi Departemen Kehakiman RI, No : 2D21EB0021-N, diterbitkan tanggal 18 Juni 2014 dan berlaku sampai dengan 12 Juni 2019,” ujar sumber.

Dikonfirmasi kepada Kapolsek KP3U Bandara I Gusti Ngurah Rai Kompol I Made Krisna hingga berita ini diturunkan belum merespon dihubungi melalui sambungan telepon. (Sid)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment