Cabuli 7 Siswa, Nasib Kepala Sekolah Berakhir di Bui

Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules Abast

Kupang/BaliNewsNetwork-Kasus pencabulan guru terhadap murid kembali terjadi di NTT. Kali ini dialami tujuh siswa SD di Kabupaten Ende. Ketujuh siswa ini mengaku dicabuli gurunya, Bendediktus Felix Ndopo alias Beni warga, Jl. Durian, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah, Kabupaten Ende.

Kasus ini terkuak ketika salah satu korban (RM) mengadu ke orangtuanya tentang perbuatan gurunya itu. Tak terima akan perlakuan guru itu, orang tua korban nekad melaporkan oknum guru itu ke polisi pada 17 September 2016 lalu.

“Atas laporan orangtua korban, pelaku langsung dibekuk polisi. Pelaku merupakan kepala sekolah tempat korban bersekolah,” ujar Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abast, kepada wartawan, Sabtu (22/10/2016).

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Jules, terungkap enam siswa lainnya yang turut menjadi korban pencabulan. Keenam korban saat ini sudah menjadi murid SMP. Mereka mengaku jika dicabuli oknum guru itu dari tahun 2011 saat mereka masih SD. Saat itu, perbuatan pelaku pernah dilaporkan salah satu korban ke orangtuanya, namun  diselesaikan secara adat setempat.

“Dari pengakuan korban, mereka dicabuli dari tahun 2011 saat masih SD. Perbuatan pelaku pernah dilaporkan dan diselesaikan secara adat dan pelaku hanya dikenai denda “wale” (denda adat  Lio, red). Pelaku juga dipindahkan dari SD tempat para korban bersekolah,” kata Jules.

Jules menambahkan, saat ini pelaku sudah ditahan di Rumah Tahanan Ende sambil menunggu P21 berkas penyidikan di kejaksaan.

Perbuatan pelaku melanggar UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak pasal 82 ayat 2 jo pasal 76 E Perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan atau denda Rp 3 miliar. (Amar Ola Keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment