Niko Tokan : Permintaan Maaf Bupati Alor Melalui Media Tidak Etis

Niko Tokan, Ketua AMA Kupang

Kupang,BaliNewsNetwork-Permintaan maaf Bupati Alor, Amon Djobo kepada keluarga besar Adonara terkait kasus pembunuhan Xaverianus Lawan Geroda alias Heri Lamawuran pada Jumat (7/10/2016) lalu memicu reaksi keras dari Ketua Angkatan Muda Adonara (AMA) Kupang, Niko Tokan. Menurut dia, permintaan maaf bupati melalui media sangat tidak etis.

“Kami sangat tersinggung dengan pernyataan Bupati Alor yang meminta maaf hanya melalui media. Saya menilai sangat tidak etis, karena ini kasus pembunuhan bukan kasus biasa,” tegas Tokan kepada wartawan, Minggu (16/10/2016).

Tokan mengatakan, sebagai seorang bupati yang memahami tradisi lamaholot, seharusnya turun langsung menemui pihak korban dan meminta maaf secara langsung demi menjaga situasi agar tetap kondusif.

Tokan menambahkan, cara Bupati Alor yang hanya meminta maaf melalui media menurut Tokan, sangat tidak beradat menurut tradisi lamaholot. Oleh karena itu, sebagai pihak korban, dirinya menilai permintaan maaf itu dianggap tidak berguna.

“Sebagai sesama Lamaholot, seharusnya bupati tahu tradisi lamaholot bagaimana berada di posisi salah untuk meminta maaf. Jika permintaan maaf hanya melalui media saya nilai bupati tak tahu adat,” kata Tokan.

Terkait ultimatum waktu 2×24 jam yang diberikan kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku utama penyerangan dan pembunuhan, Adam Sinlau alias Gomes, Tokan mengatakan, akan melakukan aksi besar-besaran dalam waktu dekat guna mendesak pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku.

“Kami sudah beri ultimatum saat aksi seribu lilin beberapa waktu lalu tetapi sampai sekarang pelaku masih buron sehingga dalam waktu dekat kami akan lakukan aksi dengan masa yang lebih besar lagi,” ucap aktifis PMKRI itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Alor, Amon Djobo mengungkapkan rasa belasungkawa kepada keluarga korban, Xaverianus Lawan Geroda alias Heri Lamawuran yang tewas dalam bentrok antar mahasiswa pada Jumat (7/10/2016) lalu. Bupati Amon juga meminta maaf kepada seluruh keluarga besar Adonara di Kupang atas tragedi itu.

“Saya atas nama keluarga Lamaholot dan bupati saya mengucapkan turut berduka cita yang mendalam. Sebagai bupati saya meminta maaf kepada saudara saya keluarga besar Adonara yang berada di Kupang,” ujar Amon Djobo kepada wartawan via selular, Selasa (11/10/2016).

Amon Djobo juga mengungkapkan kekesalannya terhadap mahasiswa asal Alor yang telah melakukan penyerangan itu. Dia meminta agar, para pelaku ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Saya sangat kecewa dengan aksi brutal mahasiswa  yang melakukan penyerangan itu. Persaudaraan Lamaholot yang kita bangun selama ini dihancurkan oleh oknum-oknum yang tidak bermoral. Saya minta pelaku ditindak tegas,” kata Amon. (Amar Ola Keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment