Delapan Orang Tewas-Jembatan Penghubung Nusa Penida – Nusa Ceningan Rubuh

Situasi setelah jembatan penghubung Pulau Nusa Penida – Pulau Nusa Cenigan itu rubuh.bnn/ist

Denpasar/Malam Nyepi Segara atau Nyepi Laut, jembatan yang menghubungkan Nusa Ceningan dengan Nusa Lembongan mendadak runtuh pada Minggu (16/10) sekitar pukul 18.30 wita. Akibat peristiwa tersebut, delapan orang meninggal dunia dan 30 orang menderita luka-luka. Dari delapan orang korban meninggal, rata-rata pamedek ini, dua di antaranya anak-anak.

Kapolres Klungkung AKBP FX Arendra menjelaskan, semua korban hanya bisa dirawat di Puskesmas Jungut Batu, Nusa Penida, karena tidak ada pelayaran ke Denpasar maupun ke Klungkung daratan. Korban rata-rata pamedek yang tengah melakukan ritual piodalan di kawasan pura tak jauh dari jembatan.

Korban rubuh jembatan penghubung Pulau Nusa Penida - Nusa Ceningan. bnn/ist

Korban rubuh jembatan penghubung Pulau Nusa Penida – Nusa Ceningan. bnn/ist

Informasi yang berhasil dihimpun, bahkan tampak di lokasi ada sepeda motor yang turut tenggelam ke dalam laut yang tingginya memang tidak terlalu dalam yakni kurang lebih setinggi dada orang dewasa ini.

“Semua korban baru bisa dirawat di Puskesmas Jungut Batu Nusa Penida karena tidak ada pelayaran sama sekali ke Denpasar dan Klungkung. Sebab hari ini merupakan hari raya Nyepi Laut bagi warga di Kecamatan Nusa Penida. Nyepi Laut artinya tidak ada aktifitas laut sama sekali selama sehari penuh dan baru berakhir besok, Senin (16/10) pukul 06.00 Wita,” ujarnya dikonfirmasi Minggu (16/10) malam.

Koordinator Kelompok Masyarakat Penanggulangan Bencana (KMPB) Nusa Penida Made Sumiartha menjelaskan, sebelumnya memang sudah ada pengecekan dari petuas PU setempat dan dinyatakan Jembatan Kuning itu sudah harus diperbaiki. Warga juga sudah diingatkan agar hati-hati melewati jembatan tersebut. Besi penyanggah dan kawatnya sudah karat dan akan segera diperbaiki.

“Sebenarnya kami sudah menginformasikan kondisi jembatan tersebut. Namun karena saat ini ada upacara piodalan di Pura Bakung, maka lalulintas warga menjadi sangat padat. Ada yang jalan kaki, ada yang menggunakan sepeda motor. Rupanya bebannya terlalu berat sehingga jembatan itu roboh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejauh yang kelihatan, sudah dievakuasi semua. Ada yang meninggal dunia, ada yang luka berat dan ada yang luka ringan. Namun karena saat laut sudah naik dan arus lautan sedikit kencang, maka proses pencarian sementara dihentikan.

Namun demikian, beberapa perahu penyelamat dan personil gabungan tetap siaga untuk menjaga jangan sampai masih ada korban yang terjebak dalam laut. Awalnya, banyak keluarga yang mencari sanak saudaranya dan mereka melaporkan hilang. Namun setelah dicek, ternyata keluarganya sudah meninggal dunia dan kini sudah dievakuasi ke Puskesmas Jungut Batu, Nusa Penida. (Sid)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment