“Buku ini Aku Pinjam”,  Perpustakaan  Berjalan di Taman Sangkareang Mataram

Para peminat perpustakaan berjalan “Buku Ini Aku Pinjam”. bnn/ist

Mataram/BaliNewsNetwork.com – Belakangan ada hal tak lazim yang kerap terlihat di Taman Sangkareang Mataram. Jika biasanya saat berkujung ke taman Sangkareang yang merupakan salah satu ikon kota Mataram ini, kita menyaksikan banyak muda-mudi atau keluarga hanya duduk-duduk santai, kali ini mereka tidak hanya sekedar nongkrong, melainkan banyak diantaranya yang ditemani dengan sebuah buku. Hal yang tak lazim ditemui di sebuah negara dengan minat baca pada urutan ke-60 di dunia.

Ketika ditelurusi, ternyata kebiasaan baru nongkrong sambil membaca buku ini berasal dari sebuah lapak buku yang meminjamkan buku-bukunya secara sukarela. Lapak buku yang gawangi oleh perempuan-perempuan pencinta buku, Dewi Lestari, Eka Fitriani, Yanet, dan Yani ini berkumpul untuk menyumbangkan buku-buku pribadi mereka dan membuatnya menjadi perpustakaan berjalan.

Santai sambil membaca. bnn/ist

Santai sambil membaca. bnn/ist

“Awalnya karena kami memiliki hobi membaca, iseng tuker-tukeran saling pinjam, lalu kami berpikir kenapa tidak kami membuat perpustakaan berjalan saja untuk teman-teman yang juga ingin membaca tetapi tidak memiliki buku,” tutur Dewi lestari, perempuan manis yang akrab disapa Dee ini saat diwawancarai pada Sabtu (15/10), malam.

Di Kota Mataram sebenarnya ada beberapa perpustakaan baik milik pemerintah maupun milik pribadi. Tetapi perpustakaan berjalan dengan konsep “Buku ini Aku Pinjam” dibuat lebih akrab dan santai khususnya untuk mereka yang niatnya nongkrong alias duduk-duduk santai sehingga tidak terkesan formal dan membosankan seperti tengah berada di perpustkaan biasa.

“Ya kalau perpustakaan biasa kan sudah banyak dan kesannya agak formal jadi mungkin orang males dateng ke sana. Jadi kami membuat perpustakan yang bisa membuat orang nongkrong jadi keren,” jelas Dee  bersemanga.

 Ibu menemani anaknya membacadi taman. bnn/ist

Ibu menemani anaknya membacadi taman. bnn/ist

Meski baru berjalan satu minggu, peminat buku-buku di perpustakaan berjalan ini semakin banyak saja. Selain promosi langsung dengan cara menawarkan buku-bukunya untuk dibaca oleh pengunjung taman seperti SPG rokok keliling atau seles, perpustakaan berjalan ini juga gencar melakukan promosi di sosial media.

Cara meminjam buku-buku di perpustakaan berjalan ini pun sangat mudah, jika ingin membawa pulang cukup dengan meninggalkan kartu tanda pengenal saja, pembaca bisa membawa buku yang ingin dibacanyanya.  Sementara tak ada syarat apapun jika ingin membaca di tempat.

Ke depannya, Dee dan kawan-kawan berharap anggota “Buku ini Aku Pinjam” akan semakin banyak sehingga buku yang dijajakan semakin beragam, terutama untuk buku anak-anak yang masih belum melengkapi koleksi perpustakaan berjalannya.

 “Selain itu, kami juga ingin kawan-kawan yang berada di daerah lain bisa melakukan hal yang sama agar orang-orang semakin mudah mengakses buku dan minat baca negara kita yang rendah pun terangkat,” ungkapnya. (Novita)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment