Tersangka Kasus Kopi Tambora Persoalkan Status Kepala Dinas

Wawan Sudarso memperlihatkan dokumen bukti penggunaan uang Rp 300 juta kepada wartawan. bnn/nov

Mataram/BaliNewsNetwork-H. Safrudin Idris, tersangka kasus kopi Tambora mempersoalkan status Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bima, Heru Prayitno sebagai penanggung jawab proyek kebun kopi Tambora.

Tersangka yang telah ditetapkan sejak tahun 2014 tersebut baru ditahan Kamis (8/10/2016) di Lapas Mataram bersama Suparno, tersangka lainnya yakni kepala kebun kopi Tambora.

Tersangka yang saat itu menjabat sebagai Ketua Pelaksana Kegiatan merasa hanya menjalankan wewenang dari kepala dinas selaku penanggung jawab, karena itu menurut dia  seharusnya kepala dinas-lah yang menjadi tersangka.

Oleh karena itu, tersangka yang sudah pensiun sejak tahun 2008, meminta agar penyidik Kejari Bima bisa meninjau lebih jauh keterlibatan Heru Prayitno, selaku Kepala Dinas.

Protes itu disampaikan Safrudin melalui anaknya, Wawan Sudarso saat ditemui di Mataram Rabu (12/10) pagi. Atas nama keluarga, Wawan mengutarakan kekecewaannya dalam kasus yang menyerat ayahnya. Menurut wawan, pihak berwajib seharusnya  tidak hanya menetapkan ayahnya dan kepala kebun kopi sebagai tersangka.

“Bagaimanapun dalam kerja tim itu terstruktur dan terkoordinasi karena ini atas dasar SK bupati,” tutur Wawan.

Menurut dia, jika ada kesalahan di tingkat pelaksanaan, berarti ada kesalahan di tingkat pimpinan, dalam hal ini ketua tim. Dia lantas memperlihatkan data-data sebagai bukti pengeluaran dan pertanggungjawaban penggunaan dana sebesar Rp 300 juta lebih.

Selain itu, Wawan juga mempertanyakan penetapan kerugian negara sebesar Rp 200 juta lebih.  Dari mana tim penyidik mendapatkan data kerugian negara dan siapa orang-orang yang ditemui di Audit BPKP masih belum jelas.

“Kami ingin agar penyidik lebih mengedepankan keprofesionalitasannya dalam menangani kasus ini,”  harap dia.

Sementara Kajari Bima, Eko Prayitno, SH., MH kepada wartawan saat dikonfirmasi terkait ini, mengaku tidak ingin terburu  buru menetapkan tersangka baru.

Pihaknya menunggu berkas dua tersangka dituntaskan JPU dan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram.

“Untuk penetapan tersangka baru, nanti kita akan lihat di fakta persidangan,” jawabnya. (Nov)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment