JPU Gagal Hadirkan DRL, Kuasa Hukum Ragukan Surat Pernyataan

Surat pernyataan dari Djami Rotu Lede

Kupang/BaliNewsNetwork-Sidang perkara penjualan aset negara eks milik PT Sagared dengan terdakwa Paulus Watang yang digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, Rabu (12/10/2016) akhirnya ditunda. Pasalnya,  Jaksa Penuntut Umum (JPU) gagal menghadirkan saksi terpidana mantan jaksa, Djami Rotu Lede alias DRL yang saat ini mendekam di Rutan Penfui, Kupang.

Pantauan wartawan,  majelis hakim nampak marah saat JPU menyampaikan soal ketidakhadiran saksi DRL. JPU pun hanya menunjukan surat pernyataan dari DRL yang ditulis tangan.

Dalam surat itu, DRL menyatakan tiga alasan ketidakhadirannya sebagai saksi dalam kasus itu. Berikut tiga poin surat pernyataan DRL:

  1. Untuk keamanan saya, saya tidak akan mengikuti persidangan karena dasar pemanggilan dari Kejari Oelamasi.
  2. Saya bukan tahanan kejaksaan.
  3. Saya bersedia hadir apabila ada penetapan dari MA RI atau Pengadilan Tipikor.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa menyayangkan sikap JPU yang tidak dapat menghadirkan DRL dalam persidangan itu.

“Kami sangat sayangkan mengapa Pak Djami Rotu Lede tidak hadir dalam sidang ini. Ini sudah dua kali beliau tidak dihadirkan. Kami mempertanyakan surat  panggilan yang ditunjukan oleh jaksa,  apakah surat itu sudah sampai ke tangan DRL atau tidak,” ujar Fransisco Bessi, salah satu kuasa hukum terdakwa.

Sebagai pembanding, kuasa hukum mencontohkan terdakwa Paulus Watang saat dihadirkan jaksa menjadi saksi untuk DRL.

“Bandingkan dengan Paul Watang waktu jadi saksi saja bisa didatangkan dari Surabaya, mengapa pak Djami yang di Kupang tidak bisa di hadirkan,” tegas Sisco.

Kuasa hukum juga menyatakan ragu terhadap isi surat pernyataan DRL yang ditulis tangan.

“Kami ragu surat itu ditulis DRL sendiri atau bukan,” tegas Sisco. (Amar Ola Keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment