Terbukti Beri Keterangan Palsu, Sekeluarga Jadi Terpidana

Sekeluarga terpidana. Dari  kiri: Ivan Saputra Kwanarta (anak), Edwin Hartono Kwanarta (ayah) dan Ni Ketut Irawati(istri).  bnn/pro

Denpasar/BaliNewsNetwork-Tiga orang terdakwa yang terdiri dari bapak, ibu dan anak yang sebelumnya didakwa memberi keterangan palsu dibawah sumpah, akhirnya divonis empat bulan penjara dengan masa percobaan selama enam bulan oleh majelis hakim PN Denpasar pimpinan Ni Made Purnami.

Pada sidang Senin (10/10) siang, majelis hakim dalam amar putusanya menyatakan sependapat dengan jaksa penuntut umum (JPU) Ari Susantina yaitu menyatakan ketiga terdakwa, Edwin Hartono Kwanarta (ayah), Ni Ketut Irawati (ibu) dan Ivan Saputra Kwanarta (anak) terbukti bersalah memberi keterangan palsu di muka sidang. Para terdakwa terbukti melanggar Pasal 242 ayat (1) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Tapi setelah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan,  majelis hakim tidak sependapat dengan lamanya tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut para terdakwa dengan pidana penjara selama 6 bulan.

“Menghukum ketiga terdakwa dengan pidana penjara selama empat bulan dengan masa percobaan selama enam bulan,”demikian vonis yang dibacakan hakim Ni Made Purnami.

Atas putusan itu, baik JPU maupun terdakwa sama-sama menyatakan pikir-pikir.

“Kami pikir-pikir yang mulia,” kata jaksa dari Kejati Bali itu.

Vonis hakim ini jauh dari ancaman hukuman dalam pasal memberikan keterangan palsu di persidangan yang ancaman maksimalnya tujuh tahun penjara.

Atas hal itu, kuasa hukum korban, Rendy Nobel juga menyatakan kekecewaanya.

“Ancaman hukuman kasus ini kan tujuh tahun penjara. Tapi terdakwa hanya divonis percobaan,” ujarnya dengan nada kesal.

Seperti diketahui,  sekeluarga ini harus duduk di kursi pesakitan PN Denpasar setelah terlibat kasus memberikan keterangan palsu  dalam sidang perceraian antara Ivan Saputra Kwanarta dengan istrinya Debby Natalia Susanto .

Sebelumnya, sekeluarga ini juga harus merasakan dinginnya lantai tahanan rutan Polda Bali setelah sempat dijebloskan selama enam hari dari 21-27 April lalu. Beruntung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali dan majelis hakim melunak dan memberikan status tahanan rumah bagi ketiganya.(pro)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment