Stres Meliput Perang, Mantan Wartawan Reuters Ini Kecanduan Hasis

Tersangka Fox David Matthew yang mantan wartawan Reuters, pakai baju tahanan no. 05. bnn/sid

Denpasar/BaliNewsNetwork-Mantan wartawan Reuters bernama Fox David Matthew (FDM) asal Inggris ditangkap oleh aparat kepolisian dari Polresta Denpasar pada Sabtu (8/10) lalu. Pria yang tinggal di Jl Penyaringan, Sanur ini ditangkap  sekitar pukul 16.30 Wita karena memiliki narkoba jenis hasis.

Awalnya, petugas menangkap FDM di Jl Danau Poso Sanur, saat FDM sedang melakukan transaksi jual beli hasis dengan seorang WN Australia bernama Guiseppe Seravino (48) yang sudah ditangkap terlebih dahulu pada hari yang sama.

Kasat Narkoba Polresta Denpasar Kompol Gede Ganefo menjelaskan, di TKP pertama yakni di Jl Danau Poso, petugas menangkap tersangka dan setelah digeledah ditemukan hasis dengan berat bruto 0,6 gram atau 0,52 gram (netto) yang ditaruh di dalam saku celana pendek bergaris biru.

Tidak puas dengan temuan tersebut, petugas menggiring tersangka ke rumahnya di Jl Penyaringan, Sanur. Ketika rumahnya digeledah, polisi  hasis seberat 9,39 gram bruto atau 9,17 gram netto dalam sarung tinju berwarna biru.

Ditemukan juga hasis di bawah asbak rokok keramik dengan berat netto 0,4 gram. Barang bukti lainnya adalah 1 buah pisau, 1 buah kotak kayu berisi bekas kertas linting rokok, 1 buah korek api, 1 bekas pembungkus tembakau dan 1 bungkus tembakau merd violin. Total hasish yang disita sebanyak 10,09 gram netto.

“Penangkapan terhadap FDM karena mendapatkan informasi dari GS yang mengaku membeli barang haram tersebut dari FDM,” ujarnya di Denpasar, Senin (10/10).

Menurut pengakuan FDM, dirinya rutin memakai hasis  saat sebagai wartawan sering ditugaskan di daerah konflik seperti di Somalia, Rwanda, Zaire, Afganistan, dan Irak.

“Dia mengaku stres karena sering ditugaskan di daerah konflik. Jalannya adalah dengan menggunakan hasish. Antara FDM dan GS sering melakukan jual beli hasis,” ujarnya.

Bahkan, FDM mengaku sudah lima kali membeli hasis dari GS dalam kurun waktu 8 bulan terakhir. FDM menerangkan sudah menggunakan hasish sejak 30 tahun lalu.

FDM datang pertama ke Bali sejak tahun 2000 dan mulai tinggal di Bali menggunakan visa bisnis yang berlaku untuk dua bulan. Namun dirinya belum pernah dihukum baik di Indonesia maupun di negara asalnya. (Sid)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment