Aksi 1.000 Lilin Desak Polisi Tangkap Pelaku Utama Pembunuhan Heri Lamawuran

Suasana aksi 1.000 lilin di Jl. El Tari, Kupang, persis di depan rumah jabatan Gubernur NTT, Senin (10/10/2016). bnn/ist

Kupang/BaliNewsNetwork-Guna mendesak pihak kepolisian segera menangkap Adam Senlau alias Gomez yang sudah ditetapkan sebagai pelaku  utama pembunuhan terhadap Xaverianus Lawan Geroda alias Heri Lamawuran,  mahasiswa asal Adonara, Flores Timur pada Jumat (7/10/2016) lalu, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Angkatan Muda Adonara (AMA) Kupang, menggelar aksi solidaritas doa bersama dan malam 1.000 lilin di Jl. El Tari, persis di depan rumah jabatan Gubernur NTT, Senin (10/10/2016), sekitar pukul 6.30 wita.

“Aksi ini sebagai bentuk duka cita kami dan sebagai bentuk dukungan juga desakan terhadap pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku utama pembunuhan saudara kami,” ujar Niko Tokan, Ketua AMA Kupang kepada wartawan, Senin (10/10/2016).

Niko mengatakan, aksi penyerangan, pembakaran serta pembunuhan itu merupakan tindakan kriminal berat dan perlu disikapi serius. Oleh karena itu, lanjut Niko, pihak kepolisian harus bergerak cepat guna menangkap pelaku-pelaku yang telah menghilangkan nyawa orang. Dia juga meminta agar pelaku kejahatan itu harus dihukum setimpal dengan perbuatannya.

Don Ara Kian, perwakilan orang tua Adonara Kupang mengatakan, aksi ini sebagai langkah nyata meredam kemarahan mahasiswa agar tidak terprovokasi isu suku. Menurut Ara Kian, aksi ini sebagai wujud kesedihan yang mendalam atas terbunuhnya Heri Lamawuran.

“Kami di sini tidak membawa suku karena kita semua adalah satu. Selain wujud duka kami juga mendesak polisi segera menangkap pelaku utama agar mencegah jangan sampai ada aksi balasan,” ucap Ara Kian.

Ara Kian menambahkan, aksi ini akan terus berlanjut dilakukan hingga pelaku utama ditangkap untuk segera diproses secara hukum. Dia meminta agar pihak kepolisian yang menangani kasus ini bertindak profesional dan objektif.

Berikut tujuh tuntutan mahasiswa:

  1. Mendukung segala upaya dan kinerja polisi dalam menangani kasus ini.
  2. Mendesak polisi segera menangkap pelaku utama pembunuhan.
  3. Minta pihak kepolisian bersikap profesional dan objektif serta terbuka dalam setiap serangkaian proses penanganan kasus ini.
  4. Meminta kepada Walikota Kupang agar menyikapi persoalan ini secara serius dan tegas. Sebab kejadian ini sudah berulang kali terjadi di lokasi yang sama.
  5. Akan mengawal segala rangkaian proses dari kasus ini sampai tuntas.
  6. Akan melakukan aksi lanjutan hingga pelaku utama ditangkap.
  7. Akan melakukan aksi demontrasi dengan masa yang lebih besar apabila dalam 2×24 jam pelaku utama kasus ini belum ditangkap.

Usai menggelar aksi 1.000 lilin, ratusan  massa dari Adonara ini membubarkan diri secara tertib. (Amar Ola Keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment