Oknum Polisi Diduga Aniaya Warga

Gerson Nomleni, korban penganiayaan oknum polisi. bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-Seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Kupang, Kabupaten Kupang, NTT, Briptu Teddy Konno diduga menganiaya  Gerson Nomleni (32), warga Kelurahan Oebobo, Kota Kupang hingga babak belur, Minggu (9/10/2016), sekitar pukul 3.30 wita.

Akibatnya, korban mendapat luka robek di wajah dan dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Kupang guna mendapat perawatan medis.

Tak terima dengan perlakuan oknum polisi itu, keluarga korban mendatangi Polda NTT melaporkan kejadian yang menimpa anak mereka.

“Kami sudah laporkan ke Polda NTT bagian Propam, Minggu (9/10/2016) tadi malam sekitar pukul 7.30 wita,” ujar seorang keluarga korban kepada wartawan, Senin (10/10/2016).

Dia menuturkan, korban dianiaya pelaku saat menyetir mobil. Saat itu, korban bersama empat temannya melintas dari Jl. Shooping Center menuju Kupang. Setiba di perempatan, persis di depan rumah makan Saerina Jl. Shooping Center, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang, pelaku menyalip menghentikan mobil korban dan langsung menganiaya korban.

“Tiba-tiba dia (pelaku) palang mobil kami dan langsung menganiaya teman saya. Kami juga tidak tau ada masalah apa sehingga dia memukul korban,” ujar Denny Koroh, rekan korban kepada wartawan, Senin (10/10/2016).

Denny menambahkan, melihat korban mengalami luka parah, diriya melarikan korban ke RS Siloam. Usai mengantar korban, dia bersama orangtua korban langsung membuat laporan polisi di bagian Propam Polda NTT.

Kabid Humas Polda NTT AKBP Jules Abast mengatakan, saat ini pelaku oknum polisi, Teddy Kono sudah ditahan oleh Propam Polres Kupang.

“Untuk sementara pelaku ditahan di Propam Polres Kupang selama 2×24 jam karena dianggap melanggar disiplin dan kode etik sambil menunggu proses pidana yang dilaporkan korban.   Laporan Polisi (LP) sudah diterbitkan oleh Ditkrimum Polda NTT,” kata Jules kepada Liputan6.com, Senin (10/10/2016).

Jules mengatakan, saat ini korban belum dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan medis. Sedangkan pelaku, jika sudah dilakukan pemeriksaan dan memungkinkan kasusnya ditangani Polda NTT, lanjut Jules,  maka pelaku akan ditangani pihak Ditkrimum.

“Intinya proses proses pelanggaran kode etik dan pidana tetap berjalan. Sesuai komitmen Kapolda, anggota polisi yang melakukan tindak pidana harus ditindak tegas,” tegas Jules. (Amar Ola Keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment