Jaringan Perekrut TKW Ilegal di NTT Mulai Ditangkap

Keluarga Yufrinda Selan mendatangi DPRDNTT beberapa waktu lalau. bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsnetwork-Kasus kematian Yufrinda Selan yang oleh polisi disimpulkan gantung diri mulai terkuak, setelah Presiden Ir. Joko Widodo saat ada di Bandara El Tari Kupang memerintahkan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk mengusutnya.

Pacari Korban, Modus Baru Perekrut TKW Jerat Perempuan Desa

Polisi bekerja cepat mengungkap kasus ini. Satu per satu, tahap demi tahap dilakukan polisi, mulai dari otopsi jenazah Yufrinda Selan di Desa Tupan, Kabuapten Timor Tengah Selatan (TTS), hingga penangkapan para pelaku yang terlibat dalam perekrutan Yufrinda Selan.

Bareskrim Polri menangkap lima orang tersangka dari NTT. Kelimanya terkait dengan kasus meninggalnya Yufrinda Selan di Malaysia.

“Di Kupang NTT ditangkap 5 tersangka yang diduga jaringan TPPO yang memalsukan dokumen korban bunuh diri di Malaysia dan melaporkan ke presiden,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Agus Andrianto lewat keterangannya, Selasa (16/8/2016) lalu seperti dilansir detik.com.

Kelima orang tersebut bernama Nikolaa Lake, Putriana Novitasari, Tony Pah, Edward Leneng dan Yaamin Benyamin Ndun.  Agus menambahkan kelima pelaku memiliki peran masing-masing. Di antara mereka ada yang menjadi perekrut lapangan, agen lapangan, agen wilayah dan pemalsu dokumen.

Kasus ini terungkap setelah polisi mengetahui dilakukan penangkapan atas tersangka utama yang bernama Diana Aman. Sebelumnya, Diana telah ditangkap oleh polisi di Semarang.

“Diana menerima pesanan TKW dari Malaysia. Selanjutnya tersangka menghubungi agen di NTT yang bernama Edward Leneng. Hingga kemudian Edward ditangkap bersama 4 orang lainnya di NTT,” kata Agus.

Agus kemudian menceritakan mekanisme penyaluran para korban ke Malaysia. Awalnya pencari lapangan mencari, membujuk dan memaksa perempuan di desa wilayah NTT. Sasarannya ialah perempuan yang tingkat pendidikannya kurang untuk dijanjikan pekerjaan di Malaysia.

Setelah mendapatkan calon TKW, agen dan pencari lapangan ini kemudian melengkapi dokumen yang dibutuhkan. Apabila dokumen palsu berupa paspor 24 dapat diurus di NTT, maka para calon TKW dibawa ke Surabaya.

“Selanjutnya mereka dibawa ke Tanjung Balai, Sumatera Utara untuk diseberangkan menggunakan kapal laut ke Malaysia. Sebelumnya, pada kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) kami berhasil menangkap 3 tersangka dan 3 TKW yang telah dilengkapi dokumen palsu,” ungkap Agus.

Namun, apabila dokumen palsu tersebut tidak dapat diurus di NTT maka para TKW dibawa ke Batam atau Pekanbaru. Kemudian para tersangka mengurus kelengkapan dokumen di Kantor Imigrasi Kelas II Siak, Riau. Diberitakan sebelumnya, polisi berhasil menangkap 2 tersangka dan 9 TKW yang menunggu dokumen palsu di Siak.

“Opsi lainnya, kata Agus, dibawa ke Surabaya untuk pengurusan dokumen di Kediri. Setelah dokumen palsu selesai, para TKW dibawa ke Medan dan diseberangkan lewat Teluk Nimbung, Tanjung Balai,” ujar Agus. (Amar Ola Keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment