Gubernur NTT Diperiksa KPK-Terkait Kasus Suap Sekretaris MA

Sekretaris MA, Nurhadi diduga menerima suap dalam perkara sengketa tanah tiga hektar di Labuan Bajo antara Hendrik Candra cs melawan Pemprov NTT. bnn/ist

Kupang/BaliNewsNetwork-Masyarakat Manggarai Barat perlu waspada. Kasus suap yang mengguncang dunia peradilan di Indonesia yang menggiring sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi sebagai operator mafia kasus di lembaga tinggi yudikatif itu ternyata juga mencaplok tiga Ha tanah milik Pemprov NTT di Labuan Bajo.

Imbasnya, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya diperiksa KPK. Dalam pemeriksaan selama 10 jam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lebu Raya ditanya tentang kasus sengketa lahan seluas tiga hektar di dekat Pantai Pede, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

“Jadi pemeriksaan di KPK kemarin terkait sengketa lahan antara pemerintah Propinsi NTT dengan pengusaha Hendrik Chandra. Hendrik Chandra adalah seorang pengusaha,” ungkap Lebu Raya kepada wartawan di Kupang, Kamis (6/10/2016).

Lebu Raya mengatakan, lahan seluas tiga hektar yang kini di atasnya sudah berdiri Hotel New Bajo Beach itu, semula adalah milik Pemprov NTT yang dikerjasamakan pengelolaannya dengan pihak swasta yakni Hendrik Chandra. Namun belakangan, Hendrik Chandra bersama dua orang kerabatnya yakni Hadi Chandra dan Muliadi Chandra, mendirikan sebuah perusahaan berbadan hukum PT dan mengklaim bahwa lahan tersebut adalah milik mereka.

Pemrov NTT dan Pemkab Manggarai Barat kemudian meminta pihak swasta itu untuk keluar dari lokasi itu namun karena tidak terima, pihak Chandra mengajukan gugatan. Di tingkat pengadilan negeri pihak tergugat dalam hal ini pemerintah memenangkan gugatan. Namun, pihak keluarga Chandra mengajukan banding di pengadilan tinggi dan keputusannya memenangkan pihak Chandra. Sengketa ini kemudian naik ke tingkat MA dan keputusannya pun sama seperti di tingkat PT.

“Jadi kemarin di KPK, saya ditanya kenal atau tidak dengan sekretaris MA yang sekarang sedang bermasalah hukum itu, dan saya jawab tidak kenal. Apakah saya pernah bertemu dengan dia atau tidak, saya katakan bahwa saya belum pernah bertemu dengan dia,” ungkap Lebu Raya.

KPK memeriksa Lebu Raya terkait dengan pengembangan pemeriksaan atas tersangka Nurhadi, mantan sekretaris MA yang terlilit kasus korupsi di lembaga tinggi negara itu. Diduga kuat, Nurhadi banyak bermain dalam kasus yang masuk ke tingkat kasasi di MA. Patut diduga, ia juga bermain dalam kasus ini yang kemudian memenangkan kelompok pengusaha asal Surabaya ini.

“Jadi perlu saya tegaskan kepada masyarakat NTT bahwa saya tidak pernah terkait dengan kasus ini dan pemeriksaan kemarin hanya untuk meminta keterangan saya berkaitan dengan kasus sengketa lahan tersebut dan apakah saya kenal dengan sekretaris MA itu atau tidak,” ungkap Lebu Raya. (Frans Lebu Raya)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment