Tulang Belulang Diduga Korban G30S/PKI-Ditemukan di Pantai Yehembang

Tulang belulang yang diduga korban G30S/PKI. bnn/don

Jembrana/BaliNewsNetwork-Tulang belulang manusia diduga para korban Gerakan 30 September PKI, Rabu (05/09/2016) ditemukan warga berserakan di Pantai Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Bali. Tulang belulang tersebut pertama kali dilihat warga setempat, I Ketut Seka (50) sekitar pukul 15.00 Wita saat jalan-jalan di tepi pantai.

Tujuh Orang Korban G30S/PKI Dikubur Massal di Sini

Pria asal Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana ini memiliki kebiasaan olahraga sore hari sambil berjalan-jalan sepanjang pantai. Saat sampai di lokasi kejadian, ia sempat berhenti sejenak dan mengamati sejumlah tulang belulang mirip milik manusia yang menyembul ke permukaan pasir pantai.

“Sebagian tulang manusia tersebut sudah lepas dari pasir dan ada yang sebagiannya masih tertanam di dalam pasir.  Setelah memastikan itu adalah tulang belulang manusia, saya langsung memberitahukannya kepada  Pak Naya yang berjualan tidak jauh dari lokasi tersebut,” kisah Ketut Seka.

Informasi tersebut lalu disampaikan kepada aparat desa dan petugas kepolisian setempat. Petugas yang mengetahui temuan tulang belulang manusia langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi untuk penanganan lebih lanjut. Hal itu diakui Kapolres Jembrana, AKBP Djoni Widodo melalui Kasat Reskrim, AKP Gusti Made Sudarma Putra saat dikonfirmasi, Rabu (05/09/2016) sore.

Tengkorak yang masih utuh di duga aeks anggota PKI

Tengkorak masih utuh diduga korban G30S/PKI

Hasil investigasi di lapangan menunjukkan, di lokasi tulang-tulang tersebut berserakan, dulu diduga merupakan lokasi penguburan para korban G 30 S PKI. Tulang-tulang itu menyembul ke permukaan pasir setelah Pantai Yehembang digerus abrasi sejak beberapa tahun belakangan.

“Kami yakin ini tulang belulang para korban G 30 S PKI karena jarak lokasi dengan setra (kuburan) masihn jauh sekitar 300 meter. Dan di sekitar pantai itu tidak ada kuburan lain. Dalam prosesi penguburan secara Agama Hindu, semua jenazah diaben atau diperabukan,” kisah warga.

Setelah digali dan dikumpulkan semua tulang yang berserakan di tepi pantai Yehembang, sekitar pukul 17.40 Wita, tulang-tulang tersebut dikubur di setra (kuburan) Desa Yehembang yang berjarak sekira 300 meter dari TKP.  Upacara penguburan tulang belulang manusia ini dipimpin Pemangku Prajapati, Jro Mangku Suandra didampingi Bendesa Adat Yehembang, Ngurah Gede Ariyana.

Penemuan tulang manusia akibat abrasi sebelum ini juga terjadi di Pantai Wisata Baluk Rening, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Penemuan sekitar tahun 2003 tersebut juga sempat menggegerkan warga. Selain di Baluk Rening, warga juga menemukan tulang belulang manusia setelah Pantai Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana dihantam abrasi sekitar Mei 2016 lalu. (don)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment