Proyek Air Minum Larantuka Rp 13 M “Terbang” ke Jakarta

Anton Gege Hadjon. bnn/eman niron

Larantuka/BaliNewsNetwork-Proyek pengadaan dan pemasangan pipa dari titik mata air di kecamatan Tanjung Bunga menuju Kota Larantuka yang telah dianggarkan dalam APBD 2016 sebesar Rp 13 M, terancam tidak dimanfaatkan dan dibiarkan “terbang” ke Jakarta alias akan dikembalikan ke Kas Negara.

Dana yang bersumber dari pos anggaran Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun 2016  tersebut belum juga dimanfaatkan akibat gagal lelang.

Kondisi yang tinggal menyisakan dua bulan penyerapan  anggaran tahun  berjalan  ini pun membangkitkan kegeraman barisan wakil rakyat Flores Timur.

Wakil Ketua DPRD Antonius Hubertus Gege Hadjon, ST ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (3/10)  spontan menyebut, kegagalan tersebut disebabkan oleh lambannya pihak Pemda Flotim dalam berproses pasca penetapan APBD Tahun Anggaran 2016.

“Posisi sekarang sudah dua kali gagal lelang, sedangkan sudah Oktober, tinggal dua bulan efektif pemanfaatan anggaran tersebut. Ingatlah bahwa sumber dana 13 M lebih ini berasal dari DAK  PPID. Yah…, bila tidak termanfaatkan maka otomatis akan dikembalikan ke kas negara. Padahal dana tersebut telah kita alokasikan untuk mengatasi kesulitan warga Kota Larantuka akan air minum. Lembaga DPRD sesalkan kelambanan ini dan kami telah bersepakat besok akan memanggil pihak Pemda dalam rapat kerja untuk mencari solusi demi pemanfaatan dana 13 M lebih ini,” tegasnya.

Anton Hadjon yang juga adalah Ketua DPC PDIP Flotim tersebut tak hentinya-hentinya mengungkapkan kekesalan serta rasa kecewanya terhadap ulah Pemda yang tidak melihat kesulitan warga Kota Larantuka akan air minum yang telah masuk pada fase sangat parah itu. Karena menjadi kebutuhan mendasar, bagi Anton Hadjon yang kini tampil sebagai Bakal Calon Bupati Flotim periode 2017-2022 tersebut, pihak pemerintah seharusnya segera menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan aspek perencanaan hingga pelaksanaan tender dari awal pasca penetapan APBD Tahun Aggaran 2016 silam.

“Dananya sangat besar, sedangkan waktu efektif hanya tinggal dua bulan. Dipaksakan pun pasti akan gagal. Kontraktor siapa yang mau ambil resiko dengan limit waktu di penghujung masa akhir tahun anggaran ini? Kami semua di lembaga DPRD memang kesal akan kondisi ini dan akan menghadapkan pihak Pemda dalam rapat kerja besok,” ucapnya tegas.

Demi mengatasi kesukaran air bersih di Kota Larantuka, menurut calon “suami politis” dari Agus Payong Boli, SH tersebut, dana sebesar itu harus dapat dimanfaatkan. Apakah hanya untuk pengadaan pipa dan sisanya dimanfaatkan bagi optimalisasi mata air Bama atau sepenuhnya dimanfaatkan untuk memaksimalkan  distribusi air dari titik mata air Bama ke Larantuka. Semuanya harus disandingkan dengan regulasi agar tidak bertentangan.

“Intinya Rp 13 M lebih tersebut tidak dengan mudah bale ke Jakarta,”demikian Anton Hadjon sedikit gerama.By (Emnir)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment