Krodit, Pelayanan Samsat di Jembrana

Warga menunggu pelayanan di kantor Samsat Jembrana. bnn/don

Jembrana/BaliNewNetwork-Hari pertama penerapan pajak progresif berkaitan dengan pajak kendaraan bermotor di Bali, menyebabkan pelayanan di Samsat Jembrana krodit. Tidak hanya itu,  sejumlah warga menyatakan protes atas penerapan pajak progresif kendaraan bermotor tersebut karena belum pernah dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Seorang warga yang sejak pagi sudah menunggu di Kantor Samsat Jembrana, I Nengah Ludra mengaku kecewa. Meski sudah menunggu sejak pagi, pelayanan di Samsat tidak bisa dilakukan. Ini karena sejumlah pernangkat yang ada tidak berfungsi menyusul terjadi perubahan aplikasi secara keseluruhan di Bali.  Akibatnya, warga yang sudah datang sejak pagi langsung pulang sebagai ungkapan protes mereka atas layanan petugas Samsat Jembrana.

“Saya keberatan dengan pola pelayanan ini. Kalau ada perubahan aplikasi komputer sebaiknya diberitahukan kepada masyarakat sebelumnya. Termasuk persyaratan Samsat sesuai aplikasi yang baru. Saya jengkel karena tanpa pemberitahuan langsung diterapkan hari ini,” kesal warga lainnya, Ketut Suambara di Kantor Samsat Jembrana, kemarin.

Dikatakan, sesuai peraturan yang baru, setiap warga yang melakukan Samsat wajib menyerahkan KTP asli, STNK asli dan juga BPKB asli. Padahal semua surat asli ini tidak masti dimiliki seorang pemilik kendaraan bermotor. Seperti kendaraan yang masih kredit, jelas BPKB nya masih  dipegang leasing. Jadi tidak mungkin pemilik kendaraan membawa surat aslinya. Demikian juga dengan STNK asli, bisa saja nama yang tertera di dalam STNK tidak sesuai dengan nama di KTP. Karena kendaraan tersebut dibeli oleh tangan kedua.

“Hal ini belum pernah disosialisasikan kepada masyarakat sebelumnya. Itu sebabnya, warga yang datang tanpa membawa surat asli, langsung memilih pulang. Hal lain yang menjengkelkan, pelayanan baru bisa dilakukan sekitar pukul 11.00 Wita. Itu pun belum bisa maksimal karena masih sering krodit,” kata warga lainnya di Kantor Samsat Jembrana.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat Jembrana, Ida Bagus Suhita yang dikonfirmasi terpisah membenarkan kejadian itu. Dikatakan, pihaknya menerapkan pola ini sesuai perintah Perda Bali No. 86 tahun 2016 tentang Pajak Daerah. Perda tersebut merupakan revisi atas Perda Bali sebelumnya No. 1 tahun 2011. Perda baru ini lahir untuk melakukan penataan kepemilikan kendaraan bermotor.

“Dengan diterapkannya pajak progresif terhadap kendaraan bermotor, terjadi penambahan biaya Samsat bagi pemilik kendaraan lebih dari satu unit. Pajak normal hanya diterapkan terhadap kendaraan pertama yakni sebesar 1,5 persen pajak,” kata Suhita.

Ia mengatakan, kendaraan roda dua kedua atas nama yang sama akan diterapkan tambahan pajak 0,5 persen sehingga total pajak yang ditagih menjadi 2 persen. Kendaraan ketiga menjadi 2,5 persen dan keempat 3 persen,” urai Suhita.

Berbeda dengan pajak untuk mobil. Mobil pertama dikenakan pajak 1,75 persen. Mobil kedua dengan nama pemilik yang sama  dikenakan pjaka sebesar 3 persen. Sedangkan kendaraan ketiga akan dikenakan pajak 4,5 persen. Ketentuan ini beru berlaku untuk Jawa-Bali. Dan mulai hari ini, peraturan yang sama juga berlaku di Provinsi Jawa Barat. (don)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment