Pencari KTP-El Antre di Kantor Dukcapil Jembrana

Para pencari KTP-El di kantor Dukcapil Jembrana.bnn/don

Negara/BaliNewsNetwork-Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 471/1768/SJ tanggal 12 Mei 2016 tentang Percepatan Penerbitan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) hingga 30 September 2016 mendorong masyarakat ingin segera  mendapatkan KTP-El. Jumlah warga yang datang tidak seperti biasanya menyebabkan antrean di ruang tunggu Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pemkab Jembrana  sejak sepekan belakangan.

Seperti yang disaksikan Jumat (30/9/2016) siang, jumlah warga yang datang cukup banyak sehingga berjubel hingga ke luar ruangan. Mereka ingin segera merekam data guna mempercepat proses pembuatan KTP-El. Meski petugas sudah melakukan pelayanan maksimal, tetap saja ada warga yang  mengeluh. Terutama karena harus menunggu lama untuk mendapat giliran merekam data.

I Ketut Wiaspada. bnn/don

I Ketut Wiaspada. bnn/don

Kepala Dinas Dukcapil Pemkab Jembrana, I Ketut Wiaspada dikonfirmaasi Jumat (30/9/2016) siang mengatakan, jumlah ini sudah mulai berkurang. Jumlah paling banyak terjadi Rabu (28/9). Selama ini rata-rata sehari pihaknya bisa melayani hingga 200 orang. Secara keseluruhan, sejak 1-26 September 2016, pihaknya sudah melayani 1.811 orang pencari KTP-El. Sementara jumlah penduduk yang datanya masih krodit sehingga KTP-nya belum bisa dicetak sebanyak 1.566 orang.

“Secara keseluruhan di Jembrana terdapat 226.947 orang wajib KTP. Dari jumlah itu yang sudah direkan datanya sebanyak 210.591 orang. Jumlah warga yang belum merekam data KTP-El di Jembran sebanyak 16.356 orang atau 7,21 persen,” terang Wiaspada di ruang kerjanya.

Masih banyaknya warga yang belum memegang KTP-El karena proses pencetakan dipending sementara. Ini semata-mata karena persediaan blangko E-KTP terbatas. Sementara di Depdagri juga kehabisan stok blangko KTP-El. Hal ini disampaikan Dirjen Kependududkan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh. Dalam surat tertanggal 29 September 2016, Zudan Arif mengaku stok blangko KTP-El sudah habis. Blangko sudah tersedia setelah November 2016.

“Dalam hal penduduk sudah melakukan perekaman KTP-El, Kepala Dinas Dukcapil bisa menerbitkan surat keterangan sebagai pengganti KTP-Elektronik. Surat ini menerangkan bahwa yang bersangkutan  sudah melakukan perekaman data KTP Elektronik dan dan terdata dalam database kependudukan kabupaten,” tulis Zudan Arif. (don)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment