Uang Rp 512 Juta Milik SMKN 1 Depasar Digondol Maling

Ilustrasi pencurian uang. bnn/ist

Denpasar/BaliNewsNetwork-SMKN 1 Denpasar, yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto, Ubung lagi sial. Brankas sekolah berisi uang Rp 512 lebih juta dibobol maling, Rabu (28/9) sekitar pukul 06.00 wita pagi. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang cleaning service bernama Ni Made Wartini.

Informasi yang berhasil dihimpun di Polsek Denpasar Barat, bahwa
pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela, tepatnya di sebelah timur ruang tata usaha. Pelaku kemudian merusak terali jendela  tersebut dan membongkar paksa brankas.

Saksi Ni MadeWartini, petugas cleaning service mengatakan, sekitar pukul 06.00 wita dirinya sampai di sekolah dan langsung membersihkan ruang perkantoran. Setelah selesai membersihkan lantai satu, dia langsung menuju lantai dua dengan maksud membersihkan lantai dua yang salah satunya adalah ruang tata usaha dan keuangan.

“Pada saat saksi membuka pintu ruang keuangan saksi terkejut karena pintu ruang terganjal oleh meja. Saksi terkejut melihat brankas yang ada di ruangan keuangan tergeletak di lantai dan saksi melihat brankas sudah dalam keadaan terbuka,” kata salah satu petugas di Polsek Denpasar Barat, yang enggan namanya disebut ini.

Selain Ni Made Wartini, petugas juga memeriksa empat orang saksi lainnya, yakni Wayan Suasta, I Wayan Suantika, Dewa Putu Sudiana dan Made Korni.

Pada sehari sebelumnya Selasa,( 27/9) sekitar pukul 10.00 wita, saksi Dewa Putu Sudiana menaruh uang sebanyak Rp 100 juta. Uang tersebut merupakan uang bantuan pusat untuk ruang kelas baru.

“Pada saat saksi menaruh uang, rekan kerja ada di ruangan antara lain Made Korni, Nyoman Ayu Kerti dan Luh Wartini. Setelah selesai menaruh uang saksi bekerja seperti biasa,” imbuh petugas.

Saksi Made Korni juga menjelaskan bahwa sehari sebelumnya saksi sempat menaruh uang sebesar Rp. 29.750.000 dari uang penyetoran komite. Selain itu  saksi juga melihat Nyoman Ayu Kerti menaruh uang di brankas sebanyak Rp. 2.500.000. Selesai menaruh uang, brankas ditutup kembali dan saksi kembali ke rutinitas dan sekitar pukul 14.00 wita saksi beserta rekanya pulang dari kantor.

Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana dikonfirmasi soal ini menyebutkan, pihaknya masih menyelidiki pelaku pencurian uang dalam brankas tersebut. Tim identifikasi Polresta Denpasar, sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kita masih lidik ya, tapi dari hasil rapat di sekolah tadi (SMKN 1 Denpasar-red)  akan melaporkan kasus tersebut ke Polresta Denpasar, mengingat mungkin jumlah kerugiannya yang besar, laporannya ke Polresta Denpasar,” jelasnya, Rabu (28/9). (Sid)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment