Kuta/BaliNewsNetwork-Ketua Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII) Rudi Lumanto mengatakan, arah serangan siber di Indonesia yang pada tahun sebelumnya lebih ke situs web atau Port 80, kini lebih banyak menyerang ke arah Domain Name System (DNS) atau port 53.

“Ini menunjukkan serangan lebih ditujukkan ke lokasi yang lebih kritis lagi dalam sistem kita. Jenis serangan paling besar juga dalam bentuk attempted DOS,”  Rudi Lumanto dalam ajang Konferensi Internasional Keamanan Siber CodeBali di Legian Kuta Bali, Rabu (28/9).

Data ID-SIRTII juga menunjukkan, telah terjadi enam ribu insiden website yang berhasil dijebol hackers dan masih ditemukan hampir 16 ribu celah keamaman di sistem web yang ada di Indonesia.

Domain website yang paling banyak diserang hingga pertengahan tahun 2016 adalah domain pendidikan yang berkode ac.id.

“Banyak sekolah-sekolah, lembaga pendidikan bahkan kampus yang sembarangan saja membuat website tanpa ada pengamanan yang cukup,” jelas Rudi.

Data hingga pertengahan 2016 juga menunjukkan serangan pada dunia siber Indonesia mayoritas berasal dari Amerika Serikat, sementara data sepanjang tahun 2015  menunjukkan serangan mayoritas berasal justru dari wilayah siber Indonesia sendiri.

“Ya bisa saja para pelaku serangan dari dalam negeri kini menyerang tidak langsung dari Indonesia tapi memutar dulu ke jaringan AS, atau bisa jadi memang banyak serangan dari AS,” ujar Rudi.

Dari data juga diketahui telah terjadi setidaknya enam ribu aktivitas manipulasi dan kebocoran data. (sid)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment