Nyabu, Janda Satu Anak Diringkus Polda Bali

RHS, janda satu anak diringkus Polda Bali karena memakai sabu. Foto: bnn/sid

Denpasar/BaliNewsNetwork-Seorang perempuan pemilik Toko Sepatu berinisial RHS (43) diringkus Sat Res Narkoba Polda Bali, di kawasan Glogor Carik, Denpasar Selatan pada,  Selasa (13/9) sekitar pukul 22.00 Wita lalu karena terbukti menggunakan sabu-sabu dan menyimpan 0,3 gram sabu-sabu.

Penangkapan janda satu anak ini berawal ketika jajaran Res Narkoba Polda Bali menangkap pelaku berinisial APT yang sering mengedar dan menjual sabu di kawasan Denpasar. Salah satu pelanggannya adalah janda asal Solo ini.

“Target (operasi/penangkapan) kita sebenarnya adalah APT. Saat digeledah tidak ditemukan barang bukti di badannya tetapi. Di HP (milik pelaku) ada nama-nama pelanggannya (konsumen, red), salah satunya ibu ini (RHS atau janda-red). Kemudian ibu ini dicari di rumahnya,” ujar Direktur Narkoba Polda Bali, Kombes Pol Franky Hariyanto di Polda Bali, Kamis (15/9).

Menurut Franky, penangkapan janda RHS ini dilakukan di rumahnya sekaligus toko sepatu di Glogor Carik, Denpasar Selatan setelah memperoleh informasi dari APT. Saat ditangkap, polisi menemukan pipet yang digunakan pelaku untuk menghisap sabu-sabu dan 0, 3 gram sisa pake.

“Saat ditangkap ibu ini didapat pipet dan 0, 3 gram sabu sisa pake. Pengakuannya dibeli dari PGK,” ujar Franky Hariyanto.

Kepada polisi, janda asal Solo, Jawa Tengah ini mengaku baru kali ini menggunakan sabu. Dia berdalih,  menggunakan sabu karena sering ngantuk saat menjaga toko sepatu miliknya.

“Saya baru kali ini makai karena sering ngantuk saat jaga toko. Saya mengenal sabu dari pak Putu, teman mantan suami saya,” akunya.

Sementara saat dicek lagi ke APT, polisi mendapatkan BB berupa 5 gram sabu dan uang tunai Rp 450 ribu. Uang tersebut hasil jualan sabu-sabu kepada pelanggan.

Kepada polisi, kedua pengguna dan pengedar ini mengaku sudah saling kenal. Sementara barang haram ini didapat PGK dari seseorang di dalam LP Kerobokan.

Atas perbuatannya, RHS yang memiliki seorang anak perempuan berusia 2,5 tahun ini rencananya akan diberikan assasment atau rehabilitasi, sementara APT tetap diproses karena memiliki 5 gram sabu. (Sid)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment