Petrus Bala Pationa: Kejati NTT Biang Kejahatan

Pertus Bala Pationa. Foto: bnn/amar ola keda.

Kupang/BaliNewsNetwork-salah seorang penasehat hukum terdakwa Paulus Watang, Petrus Bala Pationa usai persidangan menuding Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT merupakan biang  kejahatan dalam proses penjualan aset negara. Menurut dia, Paulus Watang hanya korban dari permainan jaksa-jaksa nakal di Kejati NTT.

“Jaksa yang jarah, kenapa orang lain yang dihukum?,” tanya Petrus Bala Pationa.

Akhir Kisah ‘Pelarian’ Terdakwa Kasus Penjualan Aset Negara

Dia menambahkan, dalam kasus ini, kewenangan untuk mengamankan aset PT Sagaret seharusnya jaksa agung, bukan Kejati NTT.

“Nilai kerugian di atas 1 miliar berarti sesuai aturan harus ada surat perintah dari Kejagung bukan kejati. Dan itu domainya Kejari Jakarta Selatan,” tegas Pationa.

Dia juga mengancam akan membuka bukti rekaman soal keterlibatan jaksa Kejati NTT.

Sidang kasus dugaan penjualan asset negara ini dipimpin ketua majelis hakim Eko Santosa dan dua hakim anggota, Yelmi dan Fransiska Nino, dengan jaksa penuntut umum  (JPU) Ridwan Angsar dan Emerentiana Jehamat.  Sidang lanjutan akan digelar pada Selasa pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.

Paulus Watang didakwa  bersalah karena turut serta terlibat bersama mantan jaksa Djami Ratu Lede melakukan penjualan aset negara milik PT Sagaret. Pada hal menurut jaksa, terdakwa Paulus Watang dan Djami Ratu Lede sangat mengetahui persis bahwa aset milik PT Sigaret tersebut merupakan aset negara yang seharusnya dikembalikan ke negara sesuai surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi NTT. Akibat perbuatan terdakwa, negara mengalami kerugian sebesar 7 miliar lebih.(amar ola keda)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment