Jurnalis Lembata Gagas Media Center, Dukung Harnus 2016

Salah satu pemandangan Lembata.Foto: bnn/sandrowangak.

Lembata/BaliNewsNetwork.com-Para wartawan yang bertugas meliput di Kabupaten Lembata, NTT, beberapa hari ini menggelar diskusi bersama menyamakan persepsi untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Lembata dalam penyelenggaraan even nasional Hari Nusantara 2016 di Lembata. Tentu dukungan ini dalam bentuk publikasi dan pemberitaan.
Wartawati senior dari aksiterkini.com, Fince Bataona mengungkapkan, kegiatan Harnus menjadi kegiatan bersama. Untuk itu wartawan yang bertugas di Lembata harus dilibatkan. Hal ini penting diperhatikan oleh Pemda Lembata karena beberapa kegiatan kunjungan menteri dan kegiatan lainnya, wartawan selalu tidak dilibatkan.

“Perhatian Pemda Lembata kepada wartawan yang meliput di Lembata sangat kurang. Kita sering berjalan sendiri dalam pemberitaan. Padahal wartawan adalah salah satu pilar pembangunan. Untuk itu Harnus 2016 kita harus bisa menunjukan eksistensi dan profesionalisme jurnlistik kita,” ungkap Bataona.

Hal yang sama juga disampaikan Alexander Taum, wartawan Media Indonesia. Alex menjelaskan, Pemda Lembata tidak bisa lagi menganaktirikan wartawan di Lembata. Sebab itu para jurnalis Lembata harus bisa menggagas pemahaman bersama untuk mendukung Harnus. Dukungan ini diberikan dengan cara menggagas media center.

Menurut Pemimpin Redaksi weeklyline.net, Sandro Balawangak, bahwa di era ini media center menjadi sangat penting dan strategis karena informasi sudah menjadi kebutuhan publik. Selain itu, untuk mendukung keberhasilan Harnus, media center mengambil peran demikian krusial dalam memberikan informasi dan publikasi terkait Lembata pada umumnya dan kegiatan Harnus khusunya.
“Untuk itu gagasan untuk membentuk media center adalah ide brilian karena kenyamanan wartawan peliput harnus menjadi tangungjawab bersama,” kata Sandro.

Hal senada juga diamini oleh Ferdi, wartawan Metro TV. Hanya saja Ferdi memberi penegasan agar media center ini hanya untuk kepentingan menyediakan informasi publikasi tentang Harnus dan Lembata saja.

“Kita harus tegas memang. Media Center ini jangan sampai terkontaminasi dengan urusan politik pilkada Lembata,” tegas Ferdi.

Menyambung Ferdi, Brino Tolok, mengungkapkan, media center ini mesti dikelolah dengan baik agar kita mampu memberitahukan kepada Pemda Lembata bahwa kita bukan sekedar ada di Lembata.

Dalam pertemuan yang digelar di Pelabuhan Jeti, 13 September 2016 ini disepakati Alexander Taum sebagai manager dan Sandro Balawangak sebagai sekretaris.

Ide pembentukan media center ini, mendapat dukungan dari Kabag Humas Pemda Lembata, Karel Kia Burin. Karel menyatakan dirinya mendukung penuh media center dan berusaha untuk menjembataninya kepada Sekda Lembata, sebagai ketua panitia lokal.

“Memang kita butuh media center. Saya mendukung penuh,” tegasnya. (sandro)

Recommend to friends
  • gplus
  • pinterest

About the Author

Leave a comment